Advertorial

Hasil Panen Petani Ngawi Penuhi Kebutuhan Pangan Warga Ibu Kota

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Beras produksi para petani di Ngawi bakal terus dinikmati warga ibu kota. Seiring kerja sama yang diteken Pemkab Ngawi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam hal pemenuhan pangan Minggu (25/4). Produksi padi yang surplus hinga 80 persen di Ngawi akan sangat membantu pemenuhan pangan di Jakarta yang 99 persen bergantung daerah lain. ‘’Jakarta punya pasarnya, kita punya produknya. Jadi, kerja sama ini sangat menguntungkan bagi kedua daerah,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Ada tiga poin dalam kerja sama pemenuhan pangan antara Pemkab Ngawi dan Pemprov DKI. Pertama, pemenuhan beras oleh PT Daya Tani Sembada (PT DTS) kepada PT Food Station Tjipinang Jaya (BUMD Pemprov DKI). Tahun ini targetnya 9.000 ton beras dipasok ke ibu kota. Kedua, kerja sama sistem resi gudang (SRG) PT DTS dengan PT Food Station, dengan target penyimpanan seribu ton beras pada 2021. Ketiga, pengadaan gabah kering oleh Kelompok Tani Sido Rukun dengan potensi hasil 1.140 ton gabah kering panen (GKP) atau 604 ton beras.

Luas tanam di Ngawi tahun lalu mencapai 122 ribu hektare lebih. Hasil produksi gabah kering giling (GKG) dalam setahun mencapai 777.190 ton. Jika dikonversi menjadi 445.875 ton beras. Berkat kerja sama ini, serapan hasil produksi pangan dari Bumi Orek-Orek dapat semakin maksimal. ‘’Semakin maksimal serapan, petani Ngawi akan semakin sejahtera,’’ ungkap bupati.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan takjub dengan data-data pertanian Ngawi. Menurutnya, pasokan beras dari Bumi Orek-Orek akan sangat membantu pemenuhan pangan warga di ibu kota. Secara langsung para petani akan mendapatkan banyak manfaat dari tiga kerja sama ini. ‘’Pasokan beras dari Ngawi akan menjamin keterjangkauan harga beras bagi warga Jakarta, karena ketersediaannya terjaga,’’ tutur mantan Mendikbud itu.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kerja sama yang dijalin Pemkab Ngawi dan Pemprov DKI. Tiga poin kerja sama yang diteken akan membantu serapan hasil pertanian di Jatim yang surplus 3,5 juta ton per tahun. ‘’Kerja sama ini mudah-mudahan akan memperluas pasar untuk hasil pertanian dari Ngawi dan Jatim,’’ ucapnya. (mg3/c1/naz/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button