Ngawi

Hasil Manis Yahyan Membudidayakan Kaktus

Yahyan Santosa kepincut membudidayakan kaktus hias. Tak hanya kepuasan yang didapat lantaran hobi terpenuhi, kantongnya juga kian menebal. Semua bermula dari keuletannya mempelajari jenis tanaman hias berduri ini.

—————–

DENI KURNIAWAN, Ngawi

DI halaman belakang rumahnya, Yahyan Santoso tampak sibuk dengan jajaran pot berisi kaktus berwarna-warni. Dia mondar-mandir mengamati ratusan pot berbagai macam ukuran. Ada yang dilatakkan di rak kayu ada juga di wadah langsung menyentuh tanah. Sesekali diambilnya satu pot lantas dilihatinya lekat-lekat.‘’Suka dengan tanaman sudah sejak dulu,’’ kata Yahyan sambil meletakkan kembali pot ke tempat semula.

Yahyan mengenal kaktus melalui grup Facebook. Pria yang tinggal di Kelurahan Margomulyo, Ngawi, ini sejatinya lebih dulu mengenal tanaman jenis sansevieria alias lidah mertua. Sharing seputar dunia lidah mertua dengan penggemar lintas negara kerap dilakukannya memanfaatkan media sosial. ‘’Awalnya membahas sansevieria, lama-lama ada anggota komunitas yang main kaktus,’’ ujarnya.

Yahyan kepincut dengan kaktus sekitar dua tahun lalu. Dia terus menggali informasi untuk membayar rasa penasarannya terhadap kaktus. Dia akhirnya bermantap hati untuk ambil bagian di dunia perkaktusan. Dia menjajal mengimpor sejumlah benih kaktus. Sesuai referensi yang didapat, Yahyan lantas menjajal berkebun kaktus. ‘’Saya ambil benih kaktus Thailand, Jepang, Eropa, Meksiko,’’ ujarnya.

Singkat cerita, apa yang digeluti Yahyan membuahkan hasil manis. Dengan mamanfaatkan berbagai media tanam, kaktus-kaktus yang ditanamnya diminati banyak pecinta tanaman berduri ini. Mulai media pasir malang, sekam bakar, sampai akadama pumis yang merupakan batuan koral yang berpori. Perawatannya, kata dia, cukup disiram air empat hari sekali dan kalau untuk budidaya perlu tambahan suplemen tanaman. Alhasil, kecantikan tanaman yang dikemas dalam pot sekepalan tangan orang dewasa tersebut membuka jalan rezeki bagi ayah dua anak ini. ‘’Bermacam-macam harganya. Ada yang satu pot Rp 100 ribu, ada juga yang sepasang (dua pot) sampai Rp 12 juta,’’ ujanya.

Di kebun belakang rumah yang dinaungi atap plastik ultra violet itu, Yahyan biasa bercengkrama dengan kaktus peliharaannya. Menahun berkecimpung di dunia perkaktusan, menumbuhkan rasa penasaran untuk mencoba sesuatu yang baru. Ya, Yahyan mencoba mengawinkan silang antara kaktus impor yang berhasil ditanamnya. Jenis genos verigata hybrid diklaimnya sebagai hasil coba-coba yang dilakukannya. ‘’Itu merupkan kawin silang antara Genus Astro dengan Gimnus kalisium,’’ sebutnya.

Satu lagi jenis kaktus hasil persilangan yang ditemukan Yahyan. Yakni genus gymno calycium mihanovicii. Dia menamai hasil eksperimennya itu star fire. Jenis kaktus yang bisa berubah warna tergantung tingkat panas yang didapatkan. Saat panas kaktus akan lebih merah, kemudian akan kekuning-kuningan saat kurang mendapat cahaya. ‘’Jenis ini sempat ditawar Rp 17 juta satu potnya, tapi tidak saya lepas. Soalnya istimewa, satu batang kepalanya dua,’’ terang pria 31 tahun ini. ‘’Seumpama manusia, kaktus yang begitu sebenarnya cacat. Tapi, malah cacat itu yang menjadikannya mahal kalau di tanaman,’’ imbuhnya.

Keberhasilan berkebun kaktus sampai dapat menelurkan varian anyar dari kawin silang, tidak serta merta diraihnya begitu saja. Yahyan juga tidak luput dari kendala saat awal-awal menekuni kaktus. Mata Yahyan sempat mendapati beberapa kaktus yang ditanamnya mati. Mulai mati mengering sampai mati karena kebanyakan diberi air. ‘’Secara garis besar, perawatannya sama. Hanya saja, harus benar-benar paham takaran saat memberi air,’’ ungkap suami Wulan ini.

Yahyan mengklaim ada sekitar 600 varian kaktus yang menyesaki kebun di belakang rumahnya sekarang. Ada yang varian asli, ada juga jenis kaktus hasil kawin silang. Tentang keberhasilannya itu, Yahyan menyebut niat dan ketekunan menjadi poin penting untuk mencoba sesuatu yang baru. Terlanjur hobi dengan tanam-menanam, kiranya membiaskan jatuh bangunnya di awal menjajal kaktus. ‘’Saya tidak ada background pendidikan tentang tanaman. Kalau ada kesulitan ya saya tanyakan kepada yang lebih jago di komunitas,’’ ujarnya.

Melalui kaktus, Yahyan berhasil mendulang rupiah sampai bisa untuk menebus dua mobil sedan. Jalan rezeki tersebut tidak datang begitu saja. Ketelatenan mengenali karakter dan cara membudidayakan kaktus tidak segampang yang dibayangkan. Di samping itu, Yahyan sempat juga bangkrut lantaran keranjingan dengan sansivera. Kadung beli banyak dengan harga selangit, tiba-tiba sansivera tidak lagi diminati. ‘’Setelah gagal di sansivera itu, tidak sengaja akhirnya ketemu dengan kaktus,’’ ungkapnya. *****(ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button