Ngawi

Harus Awas tanpa Lampu Pengatur Lalu Lintas

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Perempatan Samben, Desa Sidokerto, Karangjati, butuh traffic light (TL). Tingginya intensitas kendaraan yang melintas di Jalan Raya Ngawi–Caruban itu belum dilengkapi lampu pengatur lalu lintas. Kondisi itu membuat waswas masyarakat yang hendak menyeberang. ‘’Terkadang harus menunggu lama karena jalannya ramai sekali,’’ kata Anisa Wulandari, salah seorang pengguna jalan.

Menurut Nisa, sapaannya, perempatan Samben ramai karena jalur yang dilintasi pengguna jalan dari arah Kecamatan Bringin dan Pangkur. Apalagi, simpang empat itu berada persis di depan pasar. Belum lagi dilewati banyak kendaraan besar karena berstatus jalan nasional. ‘’Kadang kalau pagi ada polisi yang jaga dan bantu menyeberangkan. Tapi itu hanya saat ramai,’’ ungkapnya.

Dia menyayangkan tiadanya lampu bangjo. Pengguna jalan dari arah selatan harus memastikan jalan lengang ketika hendak menyeberang. Begitu sebaliknya. Lampu satu warna kuning yang terpasang dirasa belum menjamin keamanan pengendara atau pejalan kaki. Kondisi crowded ketika momen libur panjang sekolah atau Lebaran. Bahkan sampai ada warga yang sukarela membantu menyeberangkan. ‘’Jalan ramai sejak pagi sampai malam,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Rahmad Didik Purwanto mengatakan, ada rencana pengadaan lampu bangjo tahun depan. Komunikasi dengan Pemprov Jawa Timur dan pemerintah pusat dilakukan. Selain pemasangan baru, juga mengganti peranti yang telah usang. Sebab, ada sejumlah ruas jalan yang rawan bila tidak dilengkapi TL. ‘’Kalau titik pastinya masih dipetakan. Yang jelas perempatan padat itu ditinjau untuk kemungkinan dipasang traffic light,’’ katanya. (gen/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close