Pacitan

Hari Pertama PTM SD di Pacitan, Guru Tandai Nama Siswa di Meja

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kertas HVS itu dilipat Ana Farianti satu per satu. Membentuk segitiga memanjang bertuliskan nama di salah satu sisinya. Dengan telaten, Ana memelototi presensi di sudut mejanya. Menyalin nama-nama siswa yang baru ditemuinya, Kamis (2/9). Maklum, tiga bulan terakhir mengajar di SDN Ponggok, guru muda itu tak sekalipun bertemu dengan siswa barunya. Terhadang pandemi dan kebijakan belajar dari rumah. ‘’Saya kasih nama di depan mejanya biar mudah hafal,’’ kata Ana.

Mengampu siswa kelas satu sekolah dasar, beragam rintangan dihadapi. Paling utama sulitnya berkomunikasi dengan siswa saat pembelajaran dalam jaringan (daring). Penugasan dan pemberian materi via internet ketika nilainya memuaskan, Ana tak dapat memastikan apakah itu hasil usaha sendiri atau dibantu orang tuanya. ‘’Kalau di sekolah kan jelas. Siswa yang belum mampu, langsung dapat kita ajari secara langsung,’’ ujarnya.

Mengampu siswa kelas satu butuh perhatian ekstra. Menyesuaikan peralihan antara TK dan lingkungan SD. Guru dituntut memahami kecakapan siswa dalam membaca dan menulis. Karenanya, bimbingan langsung secara tatap muka mutlak diperlukan. ‘’Terasa beda sekali antara daring dan tatap muka. Sekarang ini memberi pengarahan jauh lebih mudah,’’ tuturnya.

Antusiasme PTM turut dirasakan Kalista Ensa Wahida. Siswi kelas VI itu menilai sekolah klasikal membuat pembelajaran lebih mudah dipahami. Baik saat menjawab maupun bertanya ke guru saat kesulitan belajar. Berbeda dengan penugasan via internet. ‘’Sangat senang, karena jika ada pelajaran yang kurang paham bisa langsung saya tanyakan,’’ ujar Kalista. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button