AdvertorialPonorogo

Hari Jadi Ke-524 Diperingati Sederhana di Tengah Pandemi

Apresiasi untuk Warga yang Berdedikasi Majukan Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Hari Jadi ke-524 Kabupaten Ponorogo Selasa (11/8) diperingati secara sederhana. Mengingat pandemi Covid-19 yang masih belum usai. Meski begitu, berbagai acara yang digelar sarat makna. ‘’Pada momen hari jadi ke-524 ini, kami mengajak segenap masyarakat Ponorogo bersatu, membangkitkan optimisme di tengah pandemi,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Rangkaian acara digelar sejak Senin (10/8). Dimulai dengan doa bersama di Pringgitan. Ipong dan Wabup Soedjarno bersama para alim-ulama berdoa agar Bumi Reyog mendapat berkah tahun ini. Serta, agar Covid-19 dapat segera sirna dari Ponorogo.

Usai istighotsah, Ipong dan jajaran ziarah ke sejumlah makam pendiri dan pemimpin terdahulu Bumi Reyog. Antara lain, Makam Batoro Katong, KRMA Mertonegoro, Kyai Ageng Muhammad Besari, hingga Situs Suru Kubeng, tempat persinggahan Ki Demang Kutu. ‘’Sudah jadi kewajiban kita sebagai penerus Raden Batoro Katong, untuk melanjutkan pembangunan dan memajukan Ponorogo,’’ ujarnya.

Menurut Ipong, mendoakan para perintis, pemimpin, dan tokoh terdahulu adalah kewajiban para penerusnya. Seluruh masyarakat harus selalu mengingat betapa besar perjuangan para tokoh tersebut. ‘’Anak dan cucu kita harus ingat, karena tanpa para tokoh tersebut, saya rasa kita belum tentu mengenal Ponorogo seperti sekarang ini,’’ katanya.

Kemarin juga digelar Rapat Paripurna Istimewa DPRD dengan agenda Peringatan Hari Jadi ke-524 Ponorogo. Pada momen tersebut, Ipong memberi penghargaan dan apresiasi kepada lima orang yang berdedikasi terhadap kemajuan Ponorogo. Antara lain pegiat dan pelestari reyog, guru tidak tetap (GTT) daerah pinggiran, veteran pejuang asli daerah, serta pencetus lambang resmi Kabupaten Ponorogo.

‘’Penghargaan ini diberikan kepada siapa pun warga Ponorogo yang menunjukkan dedikasi dalam berbagai bidang untuk kemajuan Ponorogo,’’ sebutnya.

Menurut bupati, 524 tahun bukan usia muda. Lebih dari lima abad Ponorogo berdiri. Dinamika yang dilalui diharapkan dapat memberi hikmah. Kesederhanaan rangkaian acara tidak boleh mengurangi semangat mengilhami dan memaknai hari jadi Ponorogo. ‘’Saya meyakini, warga Ponorogo bisa melalui pandemi ini dengan baik. Karena sifat gotong royong, keguyuban, dan ramah tamah, yang menjadi ciri khas Ponorogo, adalah kunci untuk melalui pandemi ini,’’ jelasnya. (naz/c1/sat/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close