Advertorial

Hari Ini Nakes Puskesmas Jalani Vaksinasi

Sembilan VVIP Disuntik Sinovac, Bupati Kanang Terhalang Usia

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tidak ingin mengulur waktu, Dinas Kesehatan Ngawi langsung tancap gas melakukan vaksinasi setelah menerima 2.680 vial vaksin Sinovac tahap I termin II. Untuk vaksinasi perdana ini ada 10 penerima VVIP. Mereka telah mengantongi e-tiket vaksin. Yakni, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Dandim 0508/Ngawi Letkol Inf Totok Prio Kismanto, Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, Danyon Armed 12 Letkol Arm Ronald Feriana Siwabessy, Ketua Pengadilan Negeri Ngawi Ricky Ferdinand; Kajari Ngawi Ali Sunhaji, wakil bupati terpilih Dwi Rianto Jatmiko, Ketua TP PKK Ngawi Anti Budi Sulistyono, Wakil Ketua TP PKK Inneke Dwi Astuti, dan Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Prila Yuda Putra. “Pak Bupati (Budi ”Kanang” Sulistyono, Red) tidak menerima vaksin karena terhalang umur. Kalaksa BPBD Ngawi harus ditunda karena tidak lolos skrining akibat tensi yang naik,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Ngawi dr Yudono di Pendapa Wedya Graha kemarin (27/1).

Dia juga menegaskan bahwa vaksin yang telah diterima langsung didistribusikan ke 24 puskesmas. Petugas fasilitas kesehatan yang menjadi tempat vaksinasi telah mengambil vaksin di GFK Dinkes di Jalan Ronggowarsito dengan membawa cold chain. Hal ini penting untuk memastikan vaksin tetap dalam suhu antara 2-8 derajat Celsius. ‘’Vaksin yang diperoleh masing-masing puskesmas berbeda, tergantung jumlah petugas kesehatan yang sudah mendapat e-tiket vaksin,’’ terangnya.

Yudono menyebut, proses vaksinasi kepada tenaga kesehatan di puskesmas akan dilakukan hari ini (28/1). Setiap calon penerima vaksin akan melewati empat tahapan saat proses vaksinasi. Terdiri dari tahapan pendaftaran dan verifikasi. Pada tahapan ini calon penerima cukup menunjukkan e-tiket dan bukti identitas untuk diverifikasi. Setelah lolos, calon penerima vaksin akan diskrining dengan cara anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit penyerta (komorbid). Baru setelah lolos tahapan kedua, calon penerima vaksin akan disuntik dengan dosis satu 0,5 mililiter. ‘’Kemudian penerima vaksin akan diobservasi selama 30 menit untuk memonitor kemungkinan KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) dan memperoleh kartu vaksinasi,’’ urainya.

Setelah proses vaksinasi di tingkat puskesmas selesai, akan dilanjutkan kepada tenaga medis di lingkungan dinkes pada Jumat (29/1). Setelah itu, Sabtu (30/1) akan dilanjutkan kepada nakes di tiga rumah sakit yang meliputi RSUD Soeroto, RS Widodo, dan RS At-tin. Untuk tahap I termin II vaksinasi itu Ngawi dialokasikan 7.000 vial untuk penyuntikan dua kali dosis. Sementara saat ini yang datang baru 2.680 vial. Untuk tahap I termin II ini setidaknya ada 10 VVIP dan 3.479 tenaga medis target yang akan divaksin. ‘’Rencananya hari Jumat mendatang vaksin akan datang lagi, tapi untuk jumlahnya berapa kami belum tahu,’’ ujarnya.

Sementara itu, pihaknya berharap masyarakat tidak perlu takut atau ragu terkait vaksin Covid-19. Pasalnya, vaksin Sinovac telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sejak awal bulan lalu. Pun penerima vaksin yang telah disuntik cukup melakukan self monitoring. Jika merasakan efek tertentu, bisa segera melapor ke faskes terdekat. ‘’Vaksin Sinovac ini tidak boleh disuntikkan pada orang yang usianya kurang dari 18 tahun atau lebih 59 tahun, ibu hamil atau menyusui, mempunyai penyakit penyerta kronis, dan tidak dalam kondisi sehat,” pungkasnya. (mg3/c1/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button