Madiun

Harga Duo Bawang Bikin Buntung

Tidak Stabil sejak dari Daerah Pemasok

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Harga bawang putih dan merah di Pasar Sambirejo, Jiwan, Kabupaten Madiun, fluktuatif. Sejumlah pedagang menuding sumber naik-turunnya harga komoditas bumbu dapur itu dari daerah pemasok. ‘’Barang datang bisa kapan saja. Di daerah sini tidak panen, daerah lain panen. Itu yang membuat harganya jadi rancu,’’ kata Kuswadi, salah seorang pedagang, Rabu (16/6).

Kuswadi menguraikan, harga bawang putih turun Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram. Bawang merah saat ini di kisaran Rp 42 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Harga normalnya Rp 30 ribu. ‘’Biasanya harga naik itu saat barang langka, lalu turun ketika musim panen. Sekarang tidak begitu,’’ ujar pedagang asal Takeran, Magetan, tersebut.

Menurut dia, naik-turun harga duo bawang terjadi dalam rentang waktu singkat. Menyikapi kondisi itu, dia tidak berani mengambil stok banyak. Biasanya ambil 50 kilogram untuk stok sepekan, kini hanya dua hari sebanyak 20 kilogram. ‘’Takut rugi,’’ katanya. 

Jumirah, pedagang lainnya, mengamini fluktuatifnya harga bawang merah dan bawang putih. Sejak April lalu, bukan untung yang didapat, melainkan buntung. Bulan itu adalah dimulainya ketidakstabilan harga. ‘’Sering kali merugi karena barang busuk,’’ kata warga Desa Kepuhrejo, Takeran, itu.

Menurut Jumirah, ada kerancuan harga dari daerah pemasok. Dia memberi contoh, ada kiriman barang dari dua daerah berbeda pada hari yang sama. Namun, harga masing-masing terpaut jauh. ‘’Biasanya barang datang itu dari Probolinggo dan Nganjuk,’’ ungkapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close