Madiun

Harga Cabai Mencekik

MADIUN – Suplai yang terbatas mengakibatkan harga cabai terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu dipicu musim kemarau yang berdampak pada pergeseran masa panen.

Berdasar data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, hingga Selasa (23/7) rata-rata harga cabai rawit merah mencapai Rp 68.050 per kilogram (kg). Lebih tinggi daripada harga pada Juni Rp 26.000 per kg.

Sementara itu, rilis harga Siskaperbapo milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim menunjukkan harga cabai rawit merah di tingkat konsumen rata-rata di Kota Madiun pada 23 Juli 2019 mencapai Rp 67.523 per kg. Meski stok terus menurun sejak dua pekan terakhir, tetapi Bulog baru mengambil solusi operasi pasar (OP) di Kota Madiun kemarin.

Seperti yang terpantau di Pasar Sleko, Bulog Sub Divre Madiun menggelar OP cabai dan sejumlah komoditas pangan lainnya. Sebelumnya, OP serupa juga juga dilaksanakan di Ngawi.

Kepala Bulog Sub Divre Madiun Sugeng Hardono mengatakan, OP cabai sengaja dilakukan untuk menjaga stabilitas harga termasuk menekan harga cabai yang masih cukup tinggi. Di pasaran, kata dia, harga cabai menembus Rp 70.000 per kg, sedangkan pada OP, cabai dijual Rp 60.000 per kg.

Menurut dia, disparitas harga yang cukup tinggi itu diharapkan dapat meringankan masyarakat untuk membeli komoditi pangan. Terlebih lagi cabai merupakan salah satu komoditi penyumbang inflasi di Kota Madiun. ‘’Dengan adanya fenomena harga cabai (tinggi, Red) kami juga langsung ikut melakukan OP cabai,’’ katanya.

Sugeng meminta warga tetap tenang. Sebab, diperkirakan melonjaknya harga cabai di pasaran ini sifatnya sementara. Karena pengaruh dari musim kemarau. ’’Kami akan terus melakukan upaya-upaya meredam gejolak harga dan kami sarankan masyarakat dalam belanja sifatnya wajar, sesuai dengan kebutuhan saja,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa tingginya harga cabai saat ini disebabkan lantaran pasokan dari produsen besar mengalami keterlambatan. Selain itu, proses panen cabai terkendala musim. Karena selama ini cabai yang dijual di pasar tradisional di Kota Madiun didatangkan dari Magetan, Kediri dan Surabaya. ‘’Dalam sepekan terakhir melakukan OP cabai di Madiun dan Ngawi, kami telah mampu menjual sekitar 200 kilogram,’’ ungkap Sugeng. (her/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close