Ponorogo

Harapan Baru Pedagang Pasar Tradisional

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Harapan muncul dari para pedagang Pasar Legi Relokasi Ponorogo. Uji coba new normal diharapkan jadi solusi. Sebab, selama masa pandemi Covid-19, penghasilan mereka terdampak sangat signifikan. ‘’Rata-rata mengeluh omzet harian turun sampai 70 persen,’’ kata Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Legi Relokasi Shenkli Fauzi Minggu (31/5).

Lebaran tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun lalu. Umumnya, jelang Lebaran, para pedagang ”panen”. Bahkan, ada pedagang yang bisa dapat untung sampai Rp 3 juta dalam sehari. Saat ini berbanding terbalik. ‘’Banyak pedagang yang pilih tutup,’’ ujarnya.

Apalagi, setelah petugas satgas penanggulangan Covid-19 melakukan rapid test masal di beberapa tempat. Salah satunya di Pasar Legi Relokasi. Ada sejumlah temuan reaktif. Kabar itu langsung membuat pembeli takut ke pasar. ‘’Padahal yang reaktif itu dipastikan negatif korona,’’ tuturnya.

Para pedagang berharap uji coba new normal dapat meningkatkan geliat ekonomi di Pasar Legi Relokasi. Para pedagang juga sudah siap. Kini hampir 90 persen pedagang selalu mengenakan masker saat berjualan. Di berbagai sudut pasar juga telah dilengkapi fasilitas cuci tangan. ‘’Bagi pembeli, masuk ke pasar wajib pakai masker. Jika tidak pakai, dilarang masuk,’’ tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo Addin Andanawarih mengatakan, pihaknya siap menertibkan protokol pencegahan Covid-19 di sentra-sentra ekonomi. Termasuk pasar, warung, pertokoan, hingga pusat perbelanjaan. ‘’Kami sudah imbau, pemilik usaha harus menertibkan physical distancing dan berbagai protokol pencegahan Covid-19 lain. Misalnya ketika mengantre, harus tetap jaga jarak,’’ ujar Addin. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close