Mejayan

Hanya Bertambah Sembilan Pemilih

MADIUN – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kabupaten Madiun berubah tipis. Dari data pemilih tambahan (DPTb) hasil pendataan pertama 17 Februari lalu, komisi pemilihan umum (KPU) setempat mencatat 265 pemilih masuk dan keluar 256. Itu tersebar di 119 desa atau dari 252 tempat pemungutan suara (TPS). ‘’Kemungkinan masih bisa berubah dari hasil pendataan tahap kedua,’’ kata Ketua KPU Kabupaten Madiun Anwar Soleh Azarkoni kemarin (22/2).

Zarkoni menyebut pemilih masuk paling banyak dari Kecamatan Kebonsari, Balerejo, dan Dagangan. Di Kebonsari dan Belerejo karena ada pondok pesantren. Sedangkan di Dagangan karena tenaga kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri. ‘’Ada TKI yang telah terdaftar di TPS luar negeri tapi pulang ke kampung,’’ ujarnya.

Dia belum bisa menyebutkan jumlah formulir A-5 yang disiapkan. Sebab, masih menunggu pendataan tahap kedua. Perubahan itu belum tentu memengaruhi jumlah surat suara. Menurut catatannya, tersedia 583.500 surat suara dari setiap kategori. Sementara DPT total sebanyak 572.059 jiwa. ‘’Itu sudah ditambah DPTb,’’ terangnya.

Pihaknya masih akan mendata tahap kedua 16 Maret mendatang. Data tersebut bisa bertambah maupun berkurang. Namun, dia memperkirakan tambahannya  kemungkinan kecil. ‘’Nanti kita lihat perkembangannya,’’ ujarnya.

Menurut Zarkoni, perubahan di Kabupaten Madiun tergolong tidak signifikan. Pasalnya, tak memiliki pondok pesantren besar. Sehingga, dia yakin surat suara yang tersedia bakal mencukupi. Termasuk di kecamatan yang tergolong DPT-nya paling banyak.

Dia menambahkan, tidak semua pemilih yang pindah nyoblos mendapat lima surat suara (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, DPD, dan Presiden). Tergantung tempat asal pemilih. Bisa saja hanya mendapat satu surat suara. Yakni, pilpres saja. ‘’Kalau pemilih tidak memiliki hak pilih lantaran berasal dapil berbeda dari tempat asalnya,’’ pungkasnya. (mg4/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button