Ngawi

Halau Pemudik di 8 Titik, 1.170 Kendaraan Diminta Putar Balik

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kebijakan pemerintah tentang larangan mudik ditindaklanjuti Pemprov Jatim dengan melakukan penyekatan di delapan titik pintu masuk Jawa Timur. Salah satunya exit tol Ngawi. ‘’Ngawi memang jadi pintu masuk utama (Jawa Timur) yang paling strategis,’’ kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi check point di exit tol Ngawi Minggu (26/4).

‘’Intinya, kami akan terus berupaya menjaga jangan sampai penyebaran Covid-19 tidak terkendali. Maka, penyekatan seperti ini harus dilakukan,’’ imbuhnya.

Dari penyekatan yang dilakukan sejak Jumat lalu (24/4) itu, sedikitnya 1.170 kendaraan diminta putar balik. Dari jumlah itu, 550 di antaranya terjaring di check point pintu tol Ngawi. ‘’Kami tegaskan, berkaitan dengan larangan mudik, kendaraan yang tidak dikecualikan akan diminta putar balik,’’ tegasnya.

Sesuai Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, kendaraan yang dikecualikan dalam larangan mudik itu di antaranya ambulans, pemadam kebakaran, dan mobil jenazah. Selain itu, pengangkut kebutuhan pokok dan obat-obatan, serta petugas operasional pemerintah yang menangani Covid-19. ‘’Sudah disiapkan kartu ODR (orang dengan risiko, Red) di check point,’’ ujar Khofifah soal kendaraan dalam penugasan khusus.

Semuanya wajib mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan seperti menerapkan physical distancing dan sebagainya. Selain itu, dilakukan pemeriksaan menggunakan thermometer gun. Juga disediakan tempat cuci tangan di setiap check point. ‘’Jika ada tanda gejala klinis akan dirujuk ke rumah sakit terdekat,’’ tuturnya.

Dalam kunjungannya kemarin, Khofifah didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah. Selain memastikan kesiapan check point pintu tol Ngawi, dia sempat berdialog dengan manajemen PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola tol. ‘’Informasinya, yang masuk lewat pintu tol (Ngawi) mengalami penurunan sampai 50 persen,’’ kata Khofifah.

Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono menambahkan, pemkab menyiapkan sejumlah penyekatan di sejumlah ruas jalan kabupaten. Di antaranya, di Kecamatan Sine dan Karanganyar serta wilayah lain yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Termasuk ruas jalan nasional Ngawi-Mantingan. ‘’Selain menyiapkan posko, kami juga sudah minta bantuan terpadu di kecamatan masing-masing,’’ ungkapnya.

Jika mendapati warga yang hendak mudik, lanjut Kanang, langsung diminta putar balik. Sedangkan untuk mengetahui warga tersebut pemudik atau bukan, bisa dilihat dari identitasnya. ‘’Jika alamatnya bukan Ngawi, tidak boleh masuk. Kalau Ngawi boleh, tapi tetap harus menaati protokol kesehatan dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,’’ bebernya.

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto menuturkan bahwa sesuai Permenhub 25/2020, sanksi dari upaya penyekatan itu dibagi menjadi dua tahap. Yakni, persuasif dengan mengembalikan SIM yang disita secara langsung setelah pengendara putar balik.

Langkah itu diterapkan mulai 24 April hingga 7 Mei mendatang. ‘’Setelah 7 Mei nanti, selain diminta putar balik juga akan didenda. Berapa besarnya denda masih menunggu keputusan lebih lanjut,’’ terangnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close