Magetan

Hadang Korona, Warga Tutup Jalan

Pangkas Jam Operasional Pasar

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tiga kecamatan di Magetan sejak pekan lalu di-lockdown imbas wabah Covid-19. Yakni, Ngariboyo, Magetan, dan Barat. Selain menekan mobilitas warga, jam operasional pasar ikut dipangkas.

Camat Barat Yok Sujarwadi mengatakan, pihaknya merasa perlu membatasi jam operasional di Pasar Barat lantaran lokasinya hanya sekitar satu kilometer dari desa yang diisolasi, yakni Blaran. ‘’Saya rasa pembatasan ini cukup efektif untuk menghadang korona,’’ ujarnya Selasa (31/3).

Pembatasan jam operasional pasar itu mengacu surat edaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan. Jika biasanya pasar buka sampai pukul 16.00, kini pukul 12.00 sudah ditutup. ‘’Warga juga melakukan upaya pencegahan secara mandiri, misalnya menyemprot pengguna jalan dengan disinfektan,’’ paparnya.

Selain membatasi jam operasional pasar, pertokoan –kecuali apotek– juga dilarang buka. Pemilik diminta melakukan transaksi secara online dan sistem pesan antar. ‘’Sebagian ada yang jaga, tapi untuk mengamankan barang dagangan saja,’’ tutur Yok.

Lurah Mangge Sudarto mengatakan bahwa desanya yang berbatasan dengan Blaran telah melakukan pembatasan sejumlah akses keluar masuk kawasan setempat. ‘’Sebagian besar warga masih banyak yang beraktivitas di luar rumah karena sedang musim panen padi,’’ ujarnya.

Langkah serupa dilakukan warga Kelurahan Plaosan. Jalan masuk ke lingkungan sejumlah RT setempat ditutup. Bahkan, ada yang dilengkapi banner bertuliskan lockdown. ‘’Kami terpaksa lakukan agar warga tidak lalu-lalang,’’ kata Sumadi, salah seorang warga setempat. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close