Madiun

Hadang Korona, PT KAI Daop VII Disinfektan Dua Stasiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Stasiun Besar Madiun terus mengantisipasi penyebaran Covid-19. Minggu (15/3) gerbang transportasi kereta api utama se-Madiun Raya itu kembali melakukan sterilisasi. Petugas khusus disebar ke sejumlah titik strategis untuk menyemprotkan cairan disinfektan.

Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko menegaskan, sterilisasi dilakukan menyeluruh di setiap penjuru stasiun. Untuk wilayah kerja Daop VII Madiun, penyemprotan disinfektan dilakukan di Stasiun Besar Madiun dan Jombang. Petugas sterilisasi wajib mengenakan alat pelindung diri (APD). ‘’Kandungan 70-80 persen merupakan cairan alkohol,’’ kata Ixfan.

Penyemprotan fasilitas umum itu mulai kursi di ruang tunggu depan, juga gerbang pemberangkatan maupun kedatangan. Termasuk fasilitas ibadah dan seluruh pintu. Petugas juga mengecek kesehatan seluruh penumpang. ‘’Jika suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius, kami arahkan pemeriksaan lanjutan,’’ ujarnya.

Pihaknya juga telah melakukan pencucian interior dan eksterior kereta menggunakan bahan kimia. Itu dilakukan rutin agar kebersihan kereta selalu terjaga. Serta menyiagakan petugas kebersihan baik di stasiun hingga selama perjalanan. ‘’Bantal yang disediakan selalu dalam kondisi baru tercuci. Selalu bersih setiap pergantian penumpang,’’ ungkapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Stasiun Besar Madiun Yusuf Ismail menerangkan, sterilisasi akan terus dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kendati sejauh ini belum ada penumpang yang terindikasi memiliki suhu di atas 38 derajat Celsius. ‘’Kegiatan ini akan terus dilakukan, membersihkan area publik yang biasa dipegang atau dikunjungi oleh pengunjung stasiun dengan cara penyemprotan disinfektan,’’ kata Yusuf.

Sterilisasi kemarin juga melibatkan 30 personel dari Polres Madiun Kota. Polisi turut membersihkan sejumlah peranti yang sering dipegang penumpang. Pembersihan juga dilakukan secara manual untuk menjangkau barang atau benda yang tidak terjangkau penyemprotan. ‘’Agar penumpang merasa nyaman dan aman,’’ imbuh Kapolres Madiun Kota AKBP Raden Bobby Aria Prakasa.

Bobby juga memerintahkan anggotanya untuk mengedukasi masyarakat. Terutama dalam membiasakan cuci tangan di setiap kesempatan. ‘’Kami masuk saat kereta berhenti sementara di stasiun. Memberikan pengetahuan mencuci tangan yang benar kepada setiap penumpang,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button