Madiun

Hadang Korona di Jalur Kereta

Cek Suhu Tubuh Calon Penumpang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bertambahnya dua kasus positif Covid-19 atau korona di tanah air membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya memperketat pengawasan pada pintu-pintu masuk jalur transportasi darat di daerah.

Di Stasiun Madiun, misalnya, seluruh penumpang yang hendak mengakses moda transportasi kereta api dicek suhu tubuhnya. Jika diketahui melebihi angka normal 38 derajat Celsius, petugas akan mengarahkan ke pos kesehatan di stasiun setempat.

Calon penumpang yang suhu tubuhnya terindikasi tak normal itu selanjutnya diperiksa lebih lanjut. ‘’Menindaklanjuti ditemukannya penderita korona di Indonesia, kami mengambil langkah pencegahan di stasiun maupun di dalam kereta,’’ kata Vice President PT KAI Daop VII Madiun Joko Widagdo Minggu (8/3).

Joko mengungkapkan, pengecekan itu melibatkan dokter dan paramedis dari internal PT KAI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Madiun. Pun, petugas membagikan masker gratis kepada calon penumpang. Langkah itu merupakan antisipasi dini penyebaran virus korona. ‘’Beberapa waktu sebelumnya kami sudah bagikan masker dan memasang hand sanitizer di stasiun,’’ ujarnya.

Dia menyebut, langkah antisipasi tersebut berbarengan dengan beroperasinya rail clinic (kereta kesehatan) dan kereta inspeksi yang keliling di seluruh wilayah PT KAI. Sebelumnya kereta kesehatan itu keliling dari Stasiun Semarang Poncol, Cirebon, Depok, hingga Bogor. Sementara kereta inspeksi dari Stasiun Bandung, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Jogjakarta, dan Solo. ‘’Di wilayah Daop VII, di Stasiun Madiun saja 5 sampai 9 Maret. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Mojokerto, Surabaya Gubeng, Bojonegoro, Purwokerto, dan terakhir Pasar Senen,’’ bebernya.

Joko menambahkan, upaya antisipasi lain yang bakal dilakukan PT KAI adalah pencucian interior dan eksterior kereta secara rutin sebelum perjalanan. Sterilisasi menggunakan bahan kimia yang telah teruji klinis dan aman.

‘’Kami siagakan petugas kebersihan, baik di stasiun maupun selama perjalanan. Bantal yang disediakan di kereta pun selalu dalam kondisi baru, tercuci bersih setiap pergantian penumpang,’’ tuturnya sembari menyebut para penumpang juga mendapat edukasi tentang virus korona.

Johan, penumpang asal Denpasar yang hendak bepergian ke Solo, mengapresiasi langkah PT KAI. Menurutnya, upaya itu sangat urgen dilakukan. Pun, dia berharap pemeriksaan dilakukan secara kontinu dan tidak hanya di satu titik. ‘’Jangan sampai setelah ada kasus, baru upaya pencegahan,’’ kata Johan usai menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Madiun Edy Harmanto menyatakan dukungannya terhadap upaya antisipasi tersebut. ‘’Kami imbau masyarakat jangan panik. Yang terpenting waspada dan jaga kesehatan,’’ kata Edy. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button