Advertorial

Guru Garansi Hak Pendidikan Terpenuhi

PANDEMI Covid-19 menambah tantangan para guru. Tidak terkecuali di Kabupaten Madiun. Ketika kelak pembelajaran mulai dinormalkan, tenaga pengajar harus membangkitkan semangat belajar siswa. Setelah berbulan-bulan terkungkung dengan pembelajaran daring. ‘’Di saat harus mengejar kesenjangan pembelajaran, guru juga harus menyesuaikan perubahan waktu belajar-mengajar,’’ kata Ketua DPRD Kabupaten Madiun Ferry Sudarsono.

Menurut Ferry, pendidikan karakter yang diperoleh siswa selama pembelajaran daring minim. Sebab, guru lebih berfokus pada substansi materi pelajaran di tengah keterbatasan mengajar. Padahal, pengembangan kualitas diri itu muncul dari hasil interaksi secara langsung. ‘’Pendidikan karakter ini tidak boleh dikesampingkan,’’ ujarnya.

Yang menjadi tantangan, sistem kegiatan belajar-mengajar (KBM) sifatnya masih uji coba. Selain siswa yang masuk hanya separo dari kapasitas kelas, durasi belajar pun terpangkas. Guru harus memaksimalkan waktu yang terbatas itu. ‘’Kompetensi dasar menjadi fokus penyampaian materi pembelajaran. Jangan justru memberikan banyak tugas,’’ papar Ferry.

Pemerintah memilih Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar sebagai tema Hari Guru Nasional Ke-70 2020 yang diperingati hari ini. Menurut Ferry, merdeka belajar adalah semangat dilandasi kreativitas, kesungguhan, dan inovasi. Guru dituntut melayani siswa sesuai bakat dan kemampuannya. Sehingga tidak ada siswa yang terabaikan atau potensinya tidak tergali maksimal. ‘’Pada akhirnya, keinginan mewujudkan generasi hebat dapat terealisasi,’’ tutur politikus PDI Perjuangan itu.

Di luar itu, Ferry menilai guru telah menunjukkan kepemimpinan dan inovasi yang hebat di masa krisis ini. Mereka menggaransi hak pendidikan anak terpenuhi. Ilmu tidak berhenti disalurkan lewat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Seperti berkomunikasi via handy talky (HT) dan kunjungan rumah. ‘’Guru telah bekerja secara individu dan kolektif untuk menemukan solusi pembelajaran baru,’’ ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Slamet menambahkan, eksekutif harus hadir meringankan beban guru yang semakin berat di masa pandemi. Dalam kasus kelak pembelajaran dinormalkan, dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) jangan sekadar menuntut kehati-hatian dalam pelaksanaannya. Melainkan turut mengomunikasikan praktik PTM yang efektif. ‘’Dikbud harus menjadi leader,’’ katanya.

Posisi sebagai pemimpin itu juga berlaku terhadap program Merdeka Belajar. Dikbud harus menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Guru difasilitasi sarana dan prasarana (sarpras) memadai dalam mengajar. Sementara siswa diberi akses yang lebih luas agar mampu belajar dengan baik. ‘’Eksekutif harus menyediakan sarana teknologi informasi yang mendukung KBM guru dan siswa,’’ tutur politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut. (den/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button