Madiun

Gubernur Kaji Tempat Isolasi Pasien Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemprov Jawa Timur melirik salah satu gedung di RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun, sebagai tempat mengisolasi pasien Covid-19. Selain karena bangunan itu belum difungsikan, rencana pemanfaatannya karena Jatim berstatus tanggap darurat bencana non-alam tersebut. ‘’Rencananya jadi tempat limpahan dan terpisah dengan RS (rumah sakit, Red) yang sudah ada,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, menyebut bahwa gedung diperkirakan bisa menampung 88 pasien. Itu berdasar kalkulasi pihak RSUD Dolopo dan RSUD dr Soedono, Madiun. Sumber dana sarana dan prasarana (sarpras) medisnya kelak bisa sharing dengan pemprov. ‘’Siap digunakan secepatnya kalau memang ruangannya layak sesuai prosedur penanganan Covid-19,’’ ujarnya.

Kondisi gedung juga telah ditinjau Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sabtu lalu (21/3). Saat ini pemprov tengah berkoordinasi dengan instansi terkait perihal dukungan sarpras. ‘’Menurut saya ruangannya sangat convenient (cocok),’’ ucap mantan menteri sosial (mensos) tersebut.

Khofifah menyebut, koordinasi itu melibatkan tiga rumah sakit. Pertama, dr Joko sebagai ketua gugus penanganan Covid-19 dari RSUD dr Soetomo; RSUD dr Soedono (salah satu RS rujukan korona); dan RSUD Dolopo (pemilik ruang isolasi). ‘’Akan bisa dihitung nanti apa yang bisa pemprov dukung atau sharing-nya,’’ terang Khofifah.

Menukil unggahan Instagram Jatim Cettar kemarin, total ada 635 orang dalam pemantauan (ODP), 72 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 15 pasien positif korona di Jatim. Khofifah menyatakan bahwa seluruh kota dan kabupaten di provinsi ini telah memiliki catatan ODP dan PDP. ‘’Harus menjadi kewaspadaan bagi semua. Pencegahan dengan tinggal di rumah sangat efektif,’’ pesannya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button