Madiun

Gubernur Bakal Launching Sunday Market Kota Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Konsep Sunday Market di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun terus dimatangkan. Selasa (30/7), persiapan perpindahan ratusan pedagang car free day (CFD) Jalan Pahlawan itu difinalisasi Wali Kota Madiun Maidi. Termasuk rangkaian kegiatan yang mengiringi, yang dimulai sejak 1 Agustus. Rencananya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan hadir pada pembukaan Sunday Market, 4 Agustus mendatang.

Maidi mengatakan, kegiatan di arena Sunday Market digelar Kamis (1/8). Pagi mulai digelar lomba mural art di kawasan Jalan A. Yani. Malamnya digelar doa kebangsaaan yang diikuti sekitar 500 orang. Dilanjutkan Jumat pagi (2/8) kerja bakti bersama TNI-Polri. Lalu, malamnya dilanjutkan doa bersama sekaligus bertatap muka bersama para pedagang.

Selanjutnya, acara berlanjut pada Sabtu (3/8). Mulai sore digelar lomba akustik yang merupakan rangkaian event Madiun Street Activity (MAS) 2019 yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Madiun. Sekitar pukul 21.00 dilanjutkan pergelaran wayang kulit. Baru pada Minggu (4/8) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan me-launching Sunday Market Madiun. ’’Sunday Market ini menjadi percontohan di Jatim,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (30/7).

Supaya kebersihan arena Sunday Market tetap terjaga, Maidi sengaja memberlakukan peraturan ketat bagi pedagang. Seperti ancaman blacklist bagi pedagang yang kedapatan meninggalkan sampah di sekitar lapak mereka.

Konsekuensi lanjutannya adalah lapak itu bakal diisi oleh pedagang lainnya pada pekan depan penyelenggaraan Sunday Market. Diakui Maidi, antusiasme pedagang masuk ke arena Sunday Market cukup tinggi. Bahkan, dia menyebutkan ada sekitar 300 pedagang yang masuk waiting list. Sementara, yang bakal menempati arena Sunday Market berjumlah 760 pedagang. ’’Persiapan sudah semua. Kurang lebih ada sekitar 800 pedagang yang akan berjualan di sini (arena Sunday Market, Red),’’ ungkap mantan sekda Kota Madiun itu.

Saking banyaknya pedagang yang diakomodasi, pemkot menyusun konsep untuk penataannya di lapangan. Sistemnya pedagang tidak lagi dikelompokkan berdasarkan jenis barang yang dijual, tetapi akan diundi terlebih dahulu. ’’Alasanya agar semua produk yang dijual lebih merata. Sehingga, tidak ada pedagang yang merasa jadi prioritas,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono.

Sistem undian itu, menurut dia, sudah melalui pembicaraan dengan paguyuban pedagang. Sehingga, prosesnya bakal diatur oleh mereka dan tim dari pemkot. ‘’Kami tidak pilah-pilih, tidak ada prioritas tertentu juga,’’ tegas mantan kepala dinas pasar tersebut.

Soal kemungkinan penggunaan tenda kerucut bagi pedagang, Gaguk mengungkapkan itu masih dimatangkan. Tetapi, dia sangat mengharapkan para pedagang bisa memakai tenda kerucut sebagai tempat teduh berjualan. Kalaupun tidak bisa, disarankan menggunakan tenda payung besar. ‘’Kalau ada yang menggunakan terpal plastik nanti akan kami beri peringatan,’’ ujarnya.

Dijelaskan Gaguk, perpindahan pedagang CFD Jalan Pahlawan ke lokasi Sunday Market di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun dilandasi oleh sejumlah alasan. Seperti jumlah pedagang yang dirasa sudah overload dan mengganggu aktivitas atau kegiatan instansi lain. ‘’Berdasarkan hasil inventarisasi paguyuban pedagang (CFD) ada sekitar 760 orang pedagang yang akan dipindah ke Sunday Market. Dari jumlah tersebut, sekitar 164 pedagang lainnya berasal dari luar Kota Madiun,’’ bebernya.

Sesuai aturan, mereka diperkenankan berjualan mulai pukul 06.00–12.00 di arena Sunday Market. Hanya syarat dan ketentuan berlaku bagi pedagang. ‘’Pokoknya yang diutamakan berjualan di Sunday Market itu pedagang di CFD Jalan Pahlawan dulu. Setelah mereka masuk, selanjutnya kami petakan. Nah, jika ada yang menyusul, kalau tempatnya masih ada ya silakan, tapi kalau nggak cukup ya apa boleh buat,’’ ucap Gaguk. (her/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close