Ngawi

Gropyokan Tikus dengan Senapan Angin

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kelompok petani padi di Desa Semen, Paron, Ngawi, tak kehabisan akal dalam membasmi hama tikus. Jika memasang jebakan beraliran listrik dilarang, mereka mempekerjakan orang untuk menembaki organisme pengganggu tumbuhan (OPT) itu saat malam. ‘’Pakai senapan angin dan senter,’’ kata Suprianto, anggota kelompok petani (poktan) setempat, Selasa (20/4).

Suprianto menyebut, ada dua petani yang menyewa 10 warga untuk berburu tikus. Setiap satu ekor yang ditangkap atau dibunuh dihargai Rp 3.000. Dalam semalam mereka bisa mengumpulkan lebih dari 175 ekor tikus. Artinya, fulus yang diraup mencapai Rp 525 ribu. ‘’Mereka menembaki tikus yang keluar dari lubangnya,’’ ujarnya.

Jika ada tikus yang lolos, lubang bakal ditandai oleh penembak. Keesokan harinya dilakukan gropyokan atau pengasapan menggunakan belerang. ‘’Tikus kalau masuk ke satu lubang, tidak mungkin pindah ke lubang lainnya. Sehingga, saat lubang itu ditaruh racun (belerang, Red), pasti tikus akan keluar,’’ terang Suprianto. (mg3/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button