MadiunSport

Gratis Download Logo Fans Klub Sepak Bola Kreasi Radar Madiun

SELAIN logo pencak silat, bersamaan momentum ulang tahun ke-20, Jawa Pos Radar Madiun mempersembahkan logo fans klub sepak bola. Mengapa baru dirilis?  Alasannya sederhana. Hari ini resmi dimulai kompetisi Liga 3 regional Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan membuka kompetisi amatir malam ini di Stadion Wilis, Kota Madiun.

Ada tiga klub di eks Karesidenan Madiun yang memastikan berlaga di Liga 3. Yakni, PSM (Kota Madiun), Persemag (Magetan), dan Perspa (Pacitan). Sedangkan Persinga (Ngawi) bertarung di Liga 3 Nasional. Sayangnya, ada tiga klub yang memilih absen. Yakni, Madiun Putra FC (MPFC), Persepon (Ponorogo), dan Persekama (Kabupaten Madiun).

Logo-logo fans klub sepak bola ini karya Habib, desain grafis Jawa Pos Radar Madiun. Setiap logo memiliki makna berbeda. Lazimnya klub-klub sepak bola di Indonesia, logo banyak terinspirasi beragam aspek. Mulai satwa khas, tokoh cerita fiksi, pejuang, superhero, hingga warna jersey. Semuanya tetap punya makna tersendiri. Berikut tujuh logo fans klub hasil desain Jawa Pos Radr Madiun. (*/ota)

DOWNLOAD DISINI

PSM (KOTA MADIUN)

Sang legenda telah kembali. Salah satu klub pendiri PSSI berlaga di kompetisi resmi. Tahun ini, Laskar Banteng Wilis memastikan ikut Liga 3 regional Jatim setelah sekian lama mati suri. PSM didirikan tahun 1929 dengan nama Madioensche Voetbal Bond (MVB).

Banteng Wilis dengan dominan warna merah tetap menjadi ciri khas. Itu menggambarkan spirit dan bentuk keberanian. Wilis diambil dari nama gunung yang berada di wilayah Madiun.

MADIUN PUTRA FC (MPFC)

Klub ini dulu bernama PS Madiun Putra. Berikutnya, tahun 2009 merger dengan klub 007 Bandung yang berlaga di Divisi II. Setahun berikutnya, Blue Force –julukan MPFC- promosi ke Divisi I. Itu tentu prestasi yang mentereng.

Cerita indah MPFC tak lantas berakhir. Akhir tahun 2010, klub yang juga ber-home base di Stadion Wilis itu promosi ke Divisi Utama (DU), kasta kedua persepakbolaan nasional. Stadion Wilis sampai full  house ketika Madiun Putra melakoni laga home. Tribun penuh sesak. Para fans menyebut MPFC juga sebagai pahlawan. Berkat prestasi dan kiprahnya mulai Divisi II, Divisi I hingga Divisi Utama para suporter setianya menyebut MPFC sebagai pahlawan. Setidaknya, bisa mengharumkan Kota Madiun ketika berada di periode emasnya.

Tampilan desain logo fans dari MPFC lebih milenial. Sebelumnya, Radar Madiun juga mempersembahkan logo dengan sebutan Wong Mbengok. Pada desain baru, tetap memakai simbol Wong Mbengok. Sayang, MPFC memilih absen musim ini.

PERSINGA (NGAWI)

Prestasi Persinga di kancah persepakbolaan nasional cukup mentereng. Slamet ’’Larso’’ Hariyadi bahkan bisa mencapai prestasi runner-up Piala Kemerdekaan 2015. Klub yang berdiri di tahun 1958 ini juga pernah berlaga di level Divisi Utama (DU). Derby Mataraman kontra Madiun Putra FC saat dinantikan para suporter. Meski pada akhirnya, masing-masing juga turun kasta. Namun, Persinga sedikit lebih baik lantaran berlaga di Liga 3 zona Nasional.

Desain logo fans tetap menonjolkan adanya satwa kura-kura bersejarah di Sendang Tawun. Sedangkan penyebutan julukan tetap Laskar Ketonggo.

PERSEMAG (MAGETAN)

Klub berjuluk Macan Lawu memang masih berkutat di kompetisi amatir. Musim ini berlaga di Liga 3 regional Jatim. Namun, sinyal kebangkitan semakin terlihat. Ini ketika Persemag konsisten untuk ikut kompetisi. Selain itu, pembinaan dari liga internal juga berjalan bagus. Sebelumnya, klub ini sudah lama vakum. Sayang, Stadion Yosonegoro yang menjadi home base Persemag tahun ini masih belum bisa dipakai. Proses renovasi sampai sekarang tak kunjung rampung.

PERSEPON (PONOROGO)

Tidak ada nama Persepon pada Liga 3 Jatim musim 2019. Tim berjuluk Laskar Suromenggolo itu memastikan tidak ikut ambil bagian di kompetisi regional tersebut. Alasannya klasik. Mereka tidak punya anggaran operasional.

Namun, desain khusus tetap diberikan kepada fans Persepon. Ciri khas tetap. Menonjolkan Warok Suromenggolo. Kesenian reyog memang sudah mendunia. Itu berbanding terbalik dengan nasib persepakbolaan di Bumi Reyog.

PERSPA (PACITAN)

Blue Ocean, nama julukan yang cocok untuk Perspa. Klub ini berada di pesisir Pantai Selatan. Tepatnya di Pacitan. Konsistensi mengikuti kompetisi resmi tingkat regional patut diacungi jempol. Apalagi, pada musim ini materi pemain juga tidak sembarangan. Salut!

Desain dari Radar Madiun memang lebih menggambarkan pada birunya laut Pantai Selatan. Memang sengaja ada tambahan hiu. Itu lebih menggambarkan agresivitas permainan dari penggawa Perspa yang tak kenal lelah untuk berjuang.

PERSEKAMA (KABUPATEN MADIUN)

Ibarat mati segan hidup tak mau. Itulah gambaran dari kondisi persepakbolaan di Kabupaten Madiun. Namun, desain khusus tetap dipersembahkan untuk fans Persekama. Setidaknya, para suporter tetap memiliki asa dan harapan agar klub bisa kembali berkompetisi. Ini juga butuh peran dari stake holder terkait agar klub tetap eksis.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close