AdvertorialNgawi

Gotong Royong Membangun Ngawi, Bupati dan Wabup Berharap Masyarakat Aktif Terlibat

NGAWI – Tema baru diusung pemkab bersamaan momentum Hari Jadi ke-661 Kabupaten Ngawi. Yang dipilih, semangat gotong royong dan keterpaduan sebagai kekuatan untuk mengoptimalkan potensi Negeri Ngawi Ramah. ’’Jadi, keterpaduan itu sangat penting sekali dalam upaya pemerintah daerah membangun kabupaten ini,’’ kata Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Kanang -sapaan akrab Budi Sulistyono- mengungkapkan, pemerintah daerah tidak mungkin bisa bergerak sendiri dalam melaksanakan pembangunan daerah. Karena itu,  diperlukan sebuah keterpaduan dari semua lini di masyarakat. Mulai masyarakat itu sendiri, lalu organisasi perangkat daerah (OPD), maupun simpul-simpul organisasi masyarakat (ormas). ’’Dari keterpaduan itulah akan muncul sebuah gotong royong,’’ ujarnya.

SINERGI: Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono bersama jajaran forkompimda.

Gotong royong yang dimaksud Kanang itu bukan hanya mengandalkan kekuatan tenaga. Tapi, lebih menyeluruh dari semua aspek di masyarakat. Mulai gotong royong pemikiran, gotong royong finansial, dan sebagainya. Kanang juga mengakui semangat gotong royong tersebut selama ini sudah bagus berjalan di tengah masyarakat Ngawi. ’’Supaya tetap bagus, perlu dimotivasi secara terus- menerus,” tuturnya.

Semangat gotong royong tersebut dapat diukur dari tingkat partisipasi masyarakat, masing-masing OPD, maupun ormas. Kanang menegaskan bahwa pemkab sangat terbuka jika ada masyarakat maupun ormas yang mau berpartisipasi. Meskipun hanya berupa ide gagasan, saran, atau bahkan kritikan. ’’Karena itu sebenarnya juga bentuk gotong royong. Tapi kritik yang membangun, bukan membunuh,’’ jelasnya.

Karena itu, lanjut Kanang, di momen hari jadi kali ini tema tersebut memang didengungkan untuk mengajak masyarakat supaya lebih semangat lagi dalam membangun gotong royong dan keterpaduan. Dengan harapan dari partisipasi aktif masyarakat maupun ormas akan muncul ide gagasan baru yang lebih brilian yang dapat diakomodasi oleh pemerintah daerah. ’’Itu yang sangat kami harapkan selama ini,’’ ungkapnya.

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menambahkan, tema yang dipilih dalam hari jadi itu memang merupakan sebuah gambaran nyata. Bahwa pemerintah daerah memang sangat memerlukan partisipasi dari masyarakat. Yang itu bisa muncul jika semangat untuk melakukan gotong royong dan keterpaduan di kalangan masyarakat maupun ormas selalu dijaga dan ditingkatkan ke depannya. ’’Karena sekarang ini sudah tidak bisa lagi pemerintah melakukan kebijakan yang top down, tapi butuh partisipasi semua pihak,” katanya.

Pemerintah daerah perlu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Dengan cara selalu melibatkan dalam proses pembangunan Ngawi ke depan. Hal itu, menurut Ony, merupakan sebuah bentuk pemerintahan yang lebih partisipatoris. Tidak memaksakan kehendak dari pemimpin sendiri. ”Kami sangat berharap hal seperti itu (partisipasi, Red) bisa tumbuh terus di tengah masyarakat Ngawi,” ucapnya.

Sebab, adanya partisipasi aktif dari semua komponen dapat mempercepat realisasi pembangunan di Ngawi. Masyarakat selalu andil dalam berpikir, membuat konsep, lalu mengomunikasikannya dengan pemerintah daerah. Jika perlu, masyarakat juga ikut dalam pengimplementasiannya sehingga akan semakin baik. ’’Sehingga dengan metode seperti ini (partisipatoris, Red) bisa lebih efisien, tapi tujuan dalam membangun Ngawi tetap dapat tercapai,’’ katanya. (tif/c1/ota/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button