Advertorial

Gotong Royong Hadapi Musibah Kemanusiaan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pandemi Covid-19 yang menjadi musibah kemanusiaan mustahil berakhir bila masing-masing individu masih bersikap egosentris. Manusia terancam terjun ke palung krisis kesehatan dan ekonomi. Tema Hari Jadi ke-663 Ngawi yang jatuh pada Rabu (7/7) muncul atas rasa keprihatinan tersebut. Dengan Semangat Gotong Royong Kita Wujudkan Ngawi Tangguh Melawan Covid-19.

Bupati Ony Anwar Harsono mengajak seluruh lapisan masyarakat turut prihatin terhadap kondisi bangsa yang tengah dilanda pandemi. Rasa keprihatinan itu diimplementasikan lewat semangat dan kepedulian membantu sesama. ‘’Bukan hanya dari sisi kesehatan, melainkan juga ekonomi,’’ kata bupati.

Dermawan yang dimaksud Ony adalah orang kaya atau memiliki rezeki lebih. Pengusaha dan aparatur sipil negara (ASN). Bantuan mereka dapat meringankan beban warga tidak mampu yang penghasilannya terdampak pagebluk. Terutama selama 20 hari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang dimulai sejak 3 Juni lalu. ‘’Bantuan bisa diberikan ke tetangga atau warga di lingkungan tempat tinggal yang perekonomiannya terdampak,’’ ujarnya.

Ony juga mengajak masyarakat saling menjaga kesehatan. Kepentingannya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga keluarga, rekan kerja, atau komunitas masyarakat di lingkungan tempat tinggal. Wujudnya lewat mematuhi protokol kesehatan agar tidak menularkan atau tertular virus korona. ‘’Momen hari jadi ke-663 ini menjadi kesempatan untuk introspeksi diri. Gotong royong menghadapi musibah kemanusiaan,’’ tutur bupati.

Kepedulian bersama, kata Ony, akan memudahkan pemkab dalam mengendalikan Covid-19. Beban keuangan negara pun berkurang. Alokasinya dapat disisihkan untuk pembangunan infrastruktur. ‘’Pembangunan itu manfaatnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button