Advertorial

Getol Bangun Infrastruktur untuk Kerek Ekonomi

Kanang Dinilai Paham Kebutuhan Masyarakat

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono berkomitmen meningkatkan perekonomian daerahnya. Aksesibilitas masyarakat wilayah tertinggal pun dibuka. Itu dibuktikan dengan pembangunan lima jembatan baja bernilai miliaran rupiah. Empat di antaranya membentang di atas Bengawan Solo sejak awal masa pemerintahannya. ‘’Mulai 2010 sampai tahun lalu,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Hadi Suroso Selasa (26/1).

Kelima infrastruktur vital tersebut adalah jembatan gantung di Payak, Ngancar, Watualang, Mojomanis, dan Sriwedari. Jembatan gantung Payak dan Sriwedari untuk membuka akses warga Kecamatan Karanganyar. Sedangkan yang di Ngancar dan Watualang untuk menunjang mobilitas masyarakat Kecamatan Pitu. ‘’Sementara, jembatan Mojomanis untuk membuka akses wilayah Kecamatan Pangkur,’’ urainya.

Menurut Hadi, lima jembatan itu merupakan bagian pembangunan infrastruktur masa pemerintahan Kanang yang menonjol. Kendati demikian, akses jalan yang memadai juga menjadi perhatian. Pun, sejak 2010 hingga 2020 anggaran sebesar Rp 703 miliar digelontorkan. ‘’Untuk peningkatan, rekonstruksi, dan pavingisasi jalan,’’ terangnya.
Pembangunan infrastruktur irigasi dan tata bangunan juga menjadi atensi Kanang. Selama satu dekade pemerintahan bupati yang juga akrab disapa Mbah Kung itu, saluran irigasi sepanjang 57.788 meter berhasil dibangun.

Untuk menunjang kebutuhan irigasi pertanian, bupati dua periode itu juga membangun embung Manisharjo. Embung senilai Rp 10,9 miliar itu mampu menampung air 150 ribu meter kubik. ‘’Di sektor tata bangunan, Pak Kanang juga merealisasikan pembangunan GOR Bung Hatta pada 2015-2016,’’ ungkapnya.

Menurut dia, gencarnya pembangunan infrastruktur lantaran Kanang meyakini bakal berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Pasalnya, mobilitas masyarakat semakin mudah. Selain itu, selama pemerintahan Kanang juga getol dilakukan pengembangan industri dan pariwisata daerah, peningkatan pelayanan pokok, hingga pengembangan kawasan permukiman. ‘’Peningkatan konektivitas dan aksesibilitas menjadi prioritas,’’ tegasnya. (odi/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button