AdvertorialMadiun

Genjot Ekonomi, Kawal Pendidikan-Kesehatan

Kawal Tiga Sektor Prioritas

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi menjadi prioritas kinerja tahun depan. Legislatif dan eksekutif sepakat mengutamakan tiga sektor itu pada kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) Jumat (9/10).

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) Bagus Miko Saputra menuturkan tidak ada kegiatan lain yang ditambahkan dalam KUA-PPAS yang telah digedok 4 Agustus lalu. Perubahan KUA-PPAS hanya menyesuaikan pelimpahan urusan dari satu dinas ke dinas lain sesuai amanat permendagri. ‘’Tanpa mengubah total pagu anggaran belanja pada masing-masing perangkat daerah,’’ terang AR.

Perinciannya, 161 program, 315 kegiatan, dan 763 subkegiatan dengan total pagu anggaran sekitar Rp 1,112 triliun. Hasil pemutakhiran menjadi 165 program, 407 kegiatan, dan 987 subkegiatan dengan pagu anggaran yang sama. ‘’Kota Madiun sudah sangat siap terkait hal ini,’’ ujarnya.

AR menyebut hasil konsultasi ke Kemendagri mendapat apresiasi. Kota Madiun menjadi daerah yang cukup sigap dan cepat melakukan penyesuaian permendagri. Kemudian turun evaluasi dari gubernur Jatim untuk dijadikan acuan dalam perubahan KUA-PPAS ini. ‘’Kota Madiun diacungi jempol,’’ ungkapnya.

Wali Kota Madiun Maidi memastikan program pendidikan dan kesehatan khususnya penanganan Covid-19 menjadi prioritas utama 2021 mendatang. Bidang ekonomi juga bakal digenjot untuk memulihkan dampak pandemi. Bila perekonomian masyarakat terdongkrak, target pendapatan turut meningkat. ‘’Contohnya pajak restoran dan hotel, yang selama Covid-19 ini dibebaskan, tahun depan sudah mulai normal,’’ kata Maidi.

Total kekuatan anggaran dalam KUA-PPAS APBD 2021 mencapai Rp 1,112 triliun. Jumlah itu lebih kecil jika dibandingkan usulan APBD 2020. Saat itu, total belanja pemkot yang diajukan mencapai Rp 1,278 triliun. Menurutnya, penurunan itu disebabkan adanya kebijakan penghapusan pajak di beberapa sektor di masa pandemi. ‘’Anggaran Rp 196 miliar direalokasikan untuk penanganan Covid-19. Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran, Red) masih bisa menutup pendapatan yang turun,’’ lanjutnya.

Maidi memastikan target pendapatan dan penerimaan pembiayaan daerah 2021 masih sesuai dengan dokumen KUA-PPAS yang telah disepakati bersama. Berita acara kesepakatan ini selanjutnya digunakan sebagai dasar tahapan penyusunan Rancangan APBD (R-APBD) Kota Madiun 2021. ‘’Diharapkan lebih efisien dan bermanfaat untuk warga,’’ ucapnya. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close