Ngawi

Geliat Komunitas Push Bike Ngawi

17 Unit Sepeda tanpa Pedal Laku Disewa

Push bike mulai merambah Ngawi. Banun Lentini adalah yang memopulerkannya. Perempuan asal Watualang itu kemudian membentuk Komunitas Push Bike Ngawi. Saat ini dia getol melatih anak-anak di bawah usia 6 tahun balapan sepeda tanpa pedal tersebut.

===============

SUGENG DWI NURCAHYO, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

’’Ayo berdiri. Nggak apa-apa. Zakir bisa,’’ seru Banun Lentini menyemangati anaknya, Zakir Abdurrahman Hanis Adz Dzikir, ketika jatuh dari sepedanya di halaman lapangan tenis Perhutani, Minggu (24/11). Bocah 5 tahun itu kemudian bangkit. Memegang setir sepedanya, dia kembali menduduki sepeda. Didorong menggunakan kedua kaki mungilnya, sepeda tanpa pedal itu kembali melaju.

Pagi itu, bersama bocah sepantarannya, Zakir bersepeda melewati lintasan yang dibuat komunitas Push Bike Ngawi. Sebuah komunitas sepeda roda dua yang dipakai untuk anak di bawah 6 tahun. Sambil meliuk-liuk, anak-anak itu tampak lincah mengendarai sepedanya.

Tiap Kamis atau Jumat anggota komunitas Push Bike Ngawi berkumpul di lapangan tenis Perhutani. Tapi, bisa juga di Alun-Alun Merdeka maupun di kawasan Benteng Pendem. Membangun lintasan dari cone dan paralon, Banun beserta para orang tua gotong royong membuat arena bermain untuk anak mereka. ‘’Berdasarkan literasi, push bike jauh lebih bagus daripada sepeda roda tiga atau empat untuk anak berlatih,’’ terang Banun.

Banun merupakan pendiri komunitas Push Bike Ngawi. Perempuan asal Watualang itu pulalah yang berusaha memopulerkan push bike kepada masyarakat di Bumi Orek-Orek. ‘’Baru saja dibentuk. Bahkan, baru empat kali latihan saat ini. Tapi, antusiasnya luar biasa,’’ ungkapnya.

Push bike mulai dikenalkan Banun sejak dirinya pindah ke Ngawi setengah tahun lalu. Diawali dari keluhan Zakir yang sering bermain push bike sendirian. Dia lantas mengajak beberapa ibu rumah tangga untuk mengajarkan anaknya yang masih anak-anak bermain push bike. Total ada 17 unit push bike yang Banun miliki saat ini semuanya laku dirental. ‘’Iya, juga buka rentalan kecil-kecilan dan semuanya sekarang sudah disewa. Kalau anak saya sudah setahun main push bike,’’ terangnya.

Anak-anak yang tergabung dalam komunitas push bike Ngawi juga dilatih cara balapan balance bike itu. ‘’Belum lama ini putra saya juga saya ikutkan lomba di Solo mewakili Ngawi, tapi masih belum beruntung,’’ ucap Banun. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button