AdvertorialNgawi

Gelar Jamasan Pusaka Demi Mengenang Sejarah

Tradisi Dilaksanakan, Protokol Kesehatan Diterapkan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Selasa ini (7/7) Kabupaten Ngawi genap berusia 662 tahun. Sebagai daerah tertua se-Madiun Raya, banyak warisan tradisi maupun budaya yang dimiliki daerah berpenduduk hampir sejuta jiwa itu. Salah satunya jamasan pusaka yang acap digelar setiap tahun. Tepatnya sehari menjelang hari jadi. ‘’Ritual atau kegiatan jamasan pusaka ini tidak dapat dihindari meskipun dalam kondisi pandemi (Covid-19, Red),’’ kata Bupati Ngawi Budi “Kanang” Sulistyono, Senin (6/7).

Kanang menjelaskan, jamasan pusaka itu bukan hanya sekedar rutinitas setiap peringatan hari jadi. Tetapi memiliki makna yang cukup penting. Salah satunya untuk mengenang sejarah. Bahwa, Ngawi memiliki sebuah piandel atau pusaka yang menurut para pendahulu diyakini dapat membantu melindungi rakyatnya. ‘’Itu merupakan keyakinan zaman dulu, dan sekarang sebagai generasi penerus kita wajib uri-uri (melestarikan, Red) tradisi tersebut,’’ ungkapnya.

Pusaka dimaksud antara lain Tombak Kiai Singkir beserta Songsong Agung Tunggul Warono dan Tombak Kiai  Songgolangit beserta Songsong Agung Tunggul Wulung. Keempat pusaka itu dianggap memiliki sejarah yang kuat. Terutama dalam memperjuangkan Ngawi hingga menjadi daerah yang makmur dan sejahtera seperti sekarang. ‘’Tentu kami semua berharap agar budaya ini tetap lestari dan mendapatkan ridho dari Allah SWT,’’ ucapnya.

Diketahui, dalam peringatan hari jadi Ngawi kali ini hampir semua kegiatan sengaja ditiadakan karena kondisi pandemi Covid-19. Terutama kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa dan sulit dikendalikan. Pun melanggar protokol kesehatan sesuai yang sudah ditetapkan. Kanang menyebut, selain jamasan pusaka hanya digelar malam tirakatan sebagai ungkapan rasa syukur. ‘’Karena intinya hanya di jamasan pusaka ini, itu pun kami lakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Supaya tradisinya tetap bisa dilaksanakan, protokol kesehatan juga diterapkan,’’ paparnya.

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar menambahkan peringatan Hari Jadi ke-662 memang tetap digelar di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini. Meskipun acaranya dilaksanakan secara sangat sederhana dan berdasarkan protokol kesehatan. Pihaknya ingin mengajak kepada semua masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan yang baik dalam setiap kegiatan. ‘’Semuanya juga harus tetap guyub rukun dan saling gotong royong,’’ pintanya.

Dia meyakini hanya dengan itu penyebaran virus korona yang menjadi masalah semua orang ini dapat teratasi dengan cepat. Karena pada dasarnya partisipasi dari semua masyarakat sangat dibutuhkan untuk menghentikan penularan wabah tersebut. ‘’Melalui semangat hari jadi ini, mari kita terus bahu membahu, gotong royong untuk mengatsi wabah Covid-19 ini secara bersama-sama,’’ ajaknya. (tif/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close