Madiun

Geger! Warga Temukan Tas Berisi Bayi

Puji Astuti Gunakan Pipi Hangatkan Tubuh Bayi

Warga Gang II, Jalan Kemuning, Oro-Oro Ombo, Kartoharjo, berjasa atas keselamatan nyawa bayi yang ditemukan di pekarangan rumah kosong, Rabu sore (21/10). Kini, bayi laki-laki itu masih dirawat intensif di RSIA Al Hasanah.

ASEP SYAEFUL BACHRI, Jawa Pos Radar Madiun

TANGIS yang terdengar samar dari balik pagar membuat jantung Sri Mariatin berdebar. Sepulang dari pasar, perempuan 32 tahun itu bergegas mengajak Mbok Tun, tetangganya, melacak sumber suara di pekarangan rumah kosong yang dikelilingi pagar setinggi 1,75 meter itu. Seketika pandangan keduanya tertuju sebuah tas berwarna hitam-oranye yang ditutupi dua bilah genting. ‘’Gentingnya saya sisihkan, ada yang bergerak-gerak. Saya menjerit setelah tahu isinya bayi,’’ ungkap Sri Mariatin menjelaskan kejadian Rabu sore (21/10) itu.

Sri Mariatin dan Mbok Tun terpaku. Hanya berani memindahkan tas itu ke tempat yang lebih terang. Saat kali pertama ditemukan di pekarangan seluas 8×10 meter, bayi tersebut diletakkan di tempat gelap. ‘’Saat itu tidak ada warga yang berani membukannya,’’ ujarnya.

Langgeng Puji Astuti, 58, yang saat itu sedang mandi bergegas menuju lokasi begitu dikabari anaknya, Andrik Sutrisno, 34. Besama anaknya, dia berlari ke lokasi yang berjarak 500 dari rumahnya tersebut. ‘’Bukaen Le (bukalah Nak). Ibu yang tanggung jawab,’’ timpal tokoh lingkungan setempat itu.

Mereka semakin kaget dan geram mendapati bayi yang masih dililit ari-ari itu hanya dibalut kain pel.  Terlihat kepalanya dengan rambut halus lurus itu menyembul dari balik kain. Wajahnya pucat dan bibirnya mengatup kedinginan. Spontan, Andrik mengangkat bayi itu dan menyerahkan ke ibunya. Langgeng yang baru selesai mandi itu membuang kain pel seraya mengganti dengan handuk yang dibawanya. ‘’Ndilalah (kebetulan) saya masih kalungan handuk,’’ ujarnya.

Mereka bergegas membawa bayi malang itu ke RSIA Al Hasanah yang tak jauh dari lokasi. Selama perjalanan, Puji Astuti menempelkan bayi itu ke pipinya supaya hangat. Selama perjalanan, nenek sembilan cucu itu menangis tersedu tak kuasa melihat nasib bayi tak berdosa di pelukannya tersebut. ‘’Kok ya tega membuang anak sendiri,’’ tuturnya.

Lima belas menit sampai. Bayi langsung mendapatkan pertolongan pertama. Bidan memotong tali plasma sembari mengambil sampel darahnya. Setelah dibersihkan dan digedong, ditempatkan ke inkubator untuk menstabilkan suhu tubuhnya. ‘’Kondisinya berangsur membaik. Beratnya 2,7 ons panjangnya 50 sentimeter,’’ kata Sri Wahyuni, bidan di RSIA Al Hasanah. *** (fin/c1)

Jejak Ibu Terlacak dari Bercak Darah

BERCAK darah dari tempat dibuangnya bayi malang itu mengarah ke rumah Din. Perempuan 19 tahun yang tinggal di belakang pekarangan rumah kosong itu langsung didatangi petugas kepolisian malam harinya. ‘’Setelah mengaku, dia kami bawa ke Soegaten (RSUD Kota Madiun) untuk visum luar dan perawatan,’’ kata Panit Reskrim Polsek Kartoharjo Heru Sugiarto.

Din mengaku melakukan proses persalinan sendirian. Sendirian pula membuang bayi yang diduga dari hubungan gelap itu ke pekarangan rumah kosong. Dia membawa kursi untuk menaiki pagar setinggi 1,75 meter itu. Bayi yang ditemukan warga pukul 16.30 itu dibuang pukul 12.00. ‘’Kami sedang mengejar ayah bayi,’’ ujarnya.

Di rumahnya, pelaku tinggal bersama kakak dan kakek-neneknya. Din merupakan pelajar salah satu SMK di Kabupaten Madiun. Sehari-hari dikenal jarang keluar rumah. ‘’Anaknya tertutup,’’ kata Suyatmi, warga setempat.

Kabid Rehabilitasi Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos P3A Kota Madiun Rita Susanti segera mengambil langkah cepat. Dia perlu memastikan bayi itu tak keburu diadopsi oleh pihak tertentu. ‘’Kami tunggu iktikad dari keluarga atau kami serahkan ke UPT PSAB (Pelayanan Sosial Asuhan Balita) Jatim di Sidoarjo,’’ ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Madiun Supardi menyayangkan peristiwa ini. Dia mengimbau seluruh orang tua mengawasi pergaulan anaknya, terlebih di masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini. ‘’Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,’’ tuturnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button