Advertorial

Gebrakan Kanang Dinilai Revolusioner

Terobosan Berani Berbuah Banyak Prestasi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kemiskinan sempat melanda Ngawi beberapa dekade silam. Bahkan, muncul wacana Bumi Orek-Orek dilebur dengan daerah tetangga seperti Madiun, Magetan, dan Sragen. ‘’Karena daerah itu dianggap lebih baik,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto Rabu (20/1).

Kondisi tak kalah sulit dirasakan Bupati Budi “Kanang” Sulistyono. Di awal kepemimpinannya pada 2010 silam, Kanang bersama Wakil Bupati Ony Anwar dihadapkan dengan sederet permasalahan rumit. Mulai krisis keuangan, krisis SDM, hingga krisis kebersamaan.

Agar pemerintahan berjalan normal, kala itu perlu tambahan anggaran sekitar Rp 40 miliar. Padahal, perubahan APBD sudah dilakukan. ‘’Coba cari pinjaman melalui Kemendagri. Ternyata rencana tersebut justru berisiko,’’ ujarnya.

Akhirnya Kanang melakukan langkah-langkah revolusioner. Di antaranya, melakukan penghematan ketat. Kegiatan yang banyak menyedot anggaran dihapus dan diprioritaskan pada yang efektif mencapai visi-misi. Selain itu, memberhentikan ribuan tenaga honorer demi mengurangi beban anggaran. ‘’Keuangan daerah akhirnya berhasil di-recovery,’’ tuturnya.

Sedangkan untuk mengatasi krisis SDM, Kanang meminta OPD belajar ke luar daerah. Alumnus UGM itu juga mendistribusikan guru muda dan potensial ke wilayah pinggiran demi pemerataan kualitas pendidikan. Sedangkan krisis kebersamaan diatasi dengan mengajak OPD kumpul bersama melalui berbagai hobinya. ‘’Salah satunya nge-trail,’’ sebutnya.

Berkat berbagai terobosan berani itu, Ngawi mampu mendulang banyak prestasi bergengsi. Terbaru, penghargaan SAKIP (sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah) selama dua tahun berturut-turut dengan predikat A.

Kanang juga getol mengajak investor menanamkan modalnya di Ngawi. Di antaranya, pengembangan Srambang Park, wisata Cekol Mondol, dan Jumok. Upaya prestisius lainnya adalah percepatan pembangunan Benteng Pendem. Juga pengembangan ATP sebagai planetarium dan pembangunan Pasar Besar Ngawi melalui anggaran pemerintah pusat. ‘’Satu-satunya pasar yang dibangun bukan karena kebakaran, tapi berkat usaha meyakinkan pemerintah,’’ ungkapnya. (odi/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button