Madiun

Geber Rusunawa Rp 16 Miliar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kapasitas hunian rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bertambah 38 unit. Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyedia Perumahan Provinsi Jawa Timur melanjutkan pembangunan jilid dua di Nambangan Lor, Manguharjo.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto mengungkapkan, pembangunan rusunawa jilid II digelontor Rp 16 miliar. Anggaran dari APBN itu belum mencakup mebel. Sesuai rencana, dibangun tiga lantai. Kapasitas hunian 38 unit terbagi 6 unit (lantai I) serta 16 unit (lantai II dan III). ‘’Saat ini sudah mulai pelaksanaan konstruksi,’’ katanya.

Pembangunan struktur dan atap ditargetkan kelar akhir tahun ini. Pekerjaan dilaksanakan setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Seperti lahan minimal 35×80 meter, analisis mengenai dampak lingkungan dan lalu lintas (amdal-lalin), serta upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL). ‘’Lokasinya tetap berada di kawasan rusunawa sebelumnya,’’ ungkapnya.

Sebagai perbandingan, rusunawa jilid satu dibangun lima lantai dari APBN Rp 18 miliar. Sanggup menampung 70 kepala keluarga (KK). Dibangun SNVT Penyedia Perumahan Provinsi Jatim dan terselesaikan 2017 silam. Sesuai masterplan dan feasibility study (FS), akan ada pembangunan tiga rusunawa. ‘’Rusunawa tahap I mulai ditempati 21 Desember 2018 lalu,’’ jelas mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Madiun itu.

Totok belum menjelaskan secara pasti calon penghuni rusunawa jilid dua. Dimungkinkan, calon penghuni yang belum kebagian hunian pada rusunawa I namun sudah terdata. ‘’Pembangunan rusunawa bagian dari upaya kami untuk menyediakan hunian layak bagi warga kota. Agar persoalan sosial terurai dan taraf hidup meningkat,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close