EkonomiPonorogo

Gairah Ekonomi Daerah Payah, Daya Beli Turun Akibat Pandemi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Masa pandemi Covid-19 menggerus daya beli masyarakat Ponorogo. Berbagai bentuk bantuan stimulus belum mampu meningkatkan gairah perekonomian daerah. ‘’Masyarakat mengurangi belanja sehingga terjadi deflasi,’’ kata Plt Bupati Ponorogo Soedjarno Minggu (25/10).

Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat laju inflasi nasional pada September 1,42 persen. Situasi nasional ini kontradiktif dengan di daerah. Daya beli masyarakat Bumi Reyog payah. ‘’Dampaknya, harga jual barang ikut turun karena tidak terbeli,’’ lanjutnya.

Soedjarno menyampaikan, deflasi disebabkan pelemahan daya beli masyarakat. Mereka lebih senang menahan uang dan tidak mudah membelanjakannya. Sehingga, perlu langkah-langkah untuk menggairahkan kembali daya beli masyarakat.

Salah satunya, pemkab bakal mempekerjakan warga usia produktif yang menganggur. Rencananya, melalui kegiatan yang dapat menyerap tenaga kerja. Sehingga, mereka memiliki pendapatan. Idealnya, tingkat inflasi daerah terjaga di angka yang rendah. ‘’Kami berupaya menjaga agar tingkat inflasi terjaga di angka sekitar 3 persen,’’ ujarnya.

Sementara itu, hingga kemarin total terkonfirmasi Covid-19 mencapai 516 kasus. Perinciannya, 463 pasien telah sembuh (89,7 persen), 18 meninggal dunia, dan 35 pasien masih isolasi (6,8 persen). Soedjarno mengklaim peningkatan persentase kesembuhan sebagai pencapaian positif. Penurunan dari zona oranye jadi kuning perlu dipertahankan.

Klaster perkantoran perlu jadi atensi untuk meningkatkan kehati-hatian masyarakat. Sebab, Covid-19 tidak pandang bulu menulari siapa saja. ‘’Kepedulian penting dalam menjaga zona Ponorogo tetap kuning. Kita perlu lebih bekerja keras dalam mengendalikan potensi penularan,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button