Ngawi

Gagal Paham Pasien Di-Covid-kan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Setahun lebih virus korona mewabah. Masih banyak warga Ngawi buta perbedaan pemakaman protokol kesehatan (prokes) dan Covid-19. Ketua Tim Pemakaman RS Widodo Sudarto menyebut, gagal pahamnya tindakan kesehatan itu membuahkan persepsi pasien meninggal di-covid-kan. ‘’Banyak yang menganggap pemakaman prokes itu jenazahnya di-covid-kan. Padahal tidak seperti itu,’’ katanya, Senin (28/6).

Sudarto menerangkan, pemakaman prokes dijalankan bagi pasien positif dan suspect Covid-19 yang meninggal. Kategori suspect disematkan karena saat meninggal hasil uji cepat antigennya reaktif. Sementara hasil swab-nya belum keluar. Beda bila pasien meninggal dengan hasil antigennya nonreaktif, pemakaman tidak perlu prokes. ‘’Dalam situasi pandemi penyakit menular, pemakaman prokes menjadi kewajiban,’’ ujarnya. (sae/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button