Madiun

Gagal Jadi Tentara, Karier Jury Leonard Siahaan Bersinar di Kepolisian

Sempat Periksa Saksi Warga Inggris saat Jadi Penyidik KPK

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak Juni lalu, Polres Madiun memiliki nakhoda baru. Yakni, AKBP Jury Leonard Siahaan yang sebelumnya menjabat Kapolres Grobogan. Bagaimana perjalanan kariernya di korps baju cokelat?

Jury ternyata awalnya tidak bercita-cita menjadi seorang polisi. Melainkan memiliki obsesi berseragam TNI. Maklum saja, dia lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga tentara. ‘’Bapak, ibu, kakak, dan adik tentara semua, hanya saya yang polisi,’’ ungkapnya, Jumat (10/9).

Namun, nasib berkata lain. Tiga kali mendaftar Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) angkatan darat, tiga kali pula Jury tereliminasi. Atas nasihat ibunya, dia kemudian coba mengambil jurusan polisi. ‘’Ternyata diterima,’’ tutur pria yang kini berusia 45 tahun itu.

Tamat dari Akabri, Jury ditempatkan di Polda Bengkulu. Tujuh tahun berselang dia mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Setelah lulus, Jury ditugaskan di Polda Lampung selama dua tahun. ‘’Kemudian dapat amanah dari Kapolri diperbantukan di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, Red) mulai 2010 sampai 2020. Lalu, dipercaya memimpin Polres Grobogan,’’ paparnya.

Banyak hal berkesan dirasakan Jury selama 10 tahun bertugas sebagai penyidik KPK. Salah satunya saat menangani perkara yang membuatnya harus memeriksa seorang saksi asal Inggris. ”Itu tidak mudah, harus melibatkan Kedutaan Inggris,” sebutnya.

Setelah satu dekade mengabdi di KPK, tahun lalu bapak dua anak itu dipercaya memimpin Polres Grobogan, Jawa Tengah. Beberapa bulan berselang, tepatnya Juni 2021, Jury mendapat tugas baru sebagai Kapolres Madiun. ”Masing-masing tempat punya kelebihan dan kekurangan,” ujarnya.

Memulai tugas di Kabupaten Madiun, Jury langsung dihadapkan dengan tantangan berat. Yakni, kasus Covid-19 yang kala itu sedang tinggi-tingginya. ‘’Hampir setiap malam dilakukan operasi yustisi. Termasuk mempertahankan level 3 PPKM, atau lebih baik lagi kalau bisa turun,” kata pria yang gemar joging tersebut.

Jury juga blak-blakan mengaku sempat terpapar korona hingga harus menjalani isolasi selama tiga minggu. Namun, beberapa saat setelah dinyatakan sembuh dan mendapat suntikan vaksin, virus Covid-19 kembali menjangkitinya. ‘’Tapi, kasus kedua sembuhnya lebih cepat, hanya seminggu. Bersyukur bisa sehat kembali,’’ ucapnya. (dilengkapi ELIT AS/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button