Nganu

Gagal Jadi PMI, ’’Sukses’’ Pacaran

Jawa Pos Radar Madiun – Jika tidak ada pandemi, bisa jadi saat ini Cenil, 18, sudah bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Namun, wabah korona memaksa mimpinya mengais dolar di mancanegara dikubur dalam-dalam. Sementara, aktivitas yang monoton di rumah mulai membuatnya gelisah.

Kegelisahan itu mulai terobati setelah Cenil mengenal Gethuk, 19, tetangga barunya. Setelah intens berkomunikasi, baik lewat telepon maupun bertemu langsung, keduanya saling jatuh cinta hingga akhirnya resmi berpacaran.

Singkat cerita, gara-gara pacaran kebablasan, Cenil berbadan dua. Awalnya gadis itu berusaha menutupi kehamilannya. Namun, setelah Lopis, ibunya, terus mendesaknya, Cenil akhirnya mengaku telah hamil.

Mengetahui hal itu, Lopis pun shock. Kemudian, meminta pertanggungjawaban Gethuk alias menikahi Cenil. Namun, lantaran Cenil masih di bawah umur, pihak KUA menolaknya. Lopis kemudian mengajukan dispensasi ke pengadilan agama dan dikabulkan. ”Tidak ada pilihan lain kecuali dinikahkan. Tidak tahu setelah ini bagaimana, karena dua-duanya (Gethuk dan Cenil, Red) belum bekerja,” kata Lopis. (irs/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button