MadiunPolitik

Gagal di Pilwalkot, Mahardika Bidik Kursi DPR RI

AKADEMISI satu ini masih enggan beranjak dari dunia politik. Gagal di Pilwakot 2018 tidak menyurutkan niatan Harryadin Mahardika untuk bertahan meniti tangga karirnya. Pun, gagal di pemilihan eksekutif, Mahardika menjajal bertarung untuk kursi legislatif. Dia kian mantap maju Pileg 2019. Tak tanggung-tanggung, kursi DPR RI jadi destinasi. ’’Kami ucapkan selamat (untuk Maidi-Inda Raya),’’ kata Mahardika.

Cawali pasangan Arief Rahman itu pada Jumat lalu (10/8) sempat bertemu langsung dengan Maidi di kantor Mahkamah Konstitusi (MK).  Di persidangan saat itu, gugatan dengan nomor perkara 56/PHP.KOT-XVI/2018 yang dilayangkan Mahardika tidak diterima oleh MK karena tidak memenuhi persyaratan persentase selisih suara. Mahardika mengaku tidak kecewa. Sebab, putusan MK itu juga mengakhiri perjuangan Mahardika di pilwakot.

Mahardika mengucapkan selamat kepada rivalnya. Dia berharap KPU dapat segera melantik paslon rival tersebut. Bagi Mahardika, persaingan merebut kursi AE-1 dan AE-2 sudah tutup buku. ‘’Ini merupakan bagian dari proses perjuangan yang saya jalani. Jadi, tidak kecewa (terhadap hasil pilwakot),’’ ujarnya.

Melirik kembali pilwakot yang dilaksanakan 27 Juni lalu, hasilnya memang mengejutkan. Kendati berangkat dari jalur independen, Mahardika dan Arief mampu meraup suara yang cukup signifikan. Data hasil penghitungan resmi KPU, Mahardika-Arief meraih 35.326 suara atau mencapai 34,57 persen. Paslon Maidi-Inda Raya yang diusung koalisi Partai Demokrat, PDI-Perjuangan, PKB, PAN, dan PPP meraup 39.374 suara atau sebanyak 38,53 persen mengungguli keduanya.

Sementara, paslon Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PKS meraih 27.490 suara atau 26,90 persen. ’’Bagi saya, Pak Maidi, Bu Inda Raya, Pak Yusuf, dan Pak Bambang sebagai sahabat sekaligus kawan dalam berdemokrasi, juga mitra dalam memperjuangkan kemaslahatan masyarakat,’’ ungkap alumni Universitas Indonesia (UI) dan Monash University itu.

Mahardika terus melaju ke Senayan, tempat gedung DPR RI berdiri. Sejumlah partai sempat dikaitkan dengan pakar kebijakan publik UI itu. Sebelumnya, pada Juli lalu Mahardika berseloroh jika empat parpol mendekat kepadanya, menawarinya satu kursi kendaraan politik menuju Senayan. Di antaranya Gerindra, Golkar, Partai NasDem, dan PKB. Kali ini dia sudah menemukan pilihan. ‘’Harapannya Gerindra,’’ sebutnya.

Lain Mahardika lain pula Maidi. Hari besar baginya. Mantan sekda itu bersama Inda Raya hari ini akan ditetapkan sebagai pemenang pilwakot oleh KPU. Maidi berencana menggelar tasyakuran kecil-kecilan sebagai bentuk rasa syukurnya. Menurut Maidi, penetapan dirinya dan Inda Raya sebagai pasangan cawali terpilih hari ini merupakan puncak penegasan. ’’Ketika gugatan ini tidak diterima oleh MK, maka artinya hasil dan seluruh prosesnya telah dinyatakan klir. Penetapan besok (hari ini, Red) adalah yang benar-benar sejati (diakui sesungguhnya, Red),’’ kata dia.

Maidi mengajak warganya untuk tak lagi berkelompok atas pilihan pemimpinnya di pilwakot lalu. Sebab, pesta demokrasi telah menentukan siapa pemenangnya. Dia meminta semua pihak untuk menghormati keputusan MK dan KPU. ‘’Sudah tidak ada lagi satu, dua, atau tiga. Semua adalah warga Kota Madiun, jangan ada lagi perbedaan. Mari bersama-sama membangun Kota Madiun,’’ tegasnya. (naz/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button