Madiun

Forkopimda Larang Parluh 16 Digelar di Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Informasi yang beredar di media sosial (medsos) terkait izin penyelenggaraan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate oleh Forkopimda Madiun dipastikan hoaks. Informasi itu diunggah akun Dianjeng di grup Facebook Setia Hati tiga hari lalu.

Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa parluh akan digelar di Padepokan PSHT Jalan Merak 10, Madiun. Kabarnya dilaksanakan 28-31 Oktober mendatang. ‘’Info Forkopimda Kota Madiun mengizinkan itu hoaks,’’ tegas Wali Kota Maidi, Selasa (12/10).

Sebaliknya, menurut Maidi, Forkopimda Kota Madiun sepakat tidak mengizinkan kegiatan Parluh 2016 (16) PSHT tersebut. Ada sejumlah pertimbangan hingga forkopimda tidak mengizinkan dilaksanakan di Kota Madiun. ‘’Pertama, karena ada dualisme kepemimpinan di PSHT. Yaitu Parluh 16 dan Parluh 17,’’ kata Maidi.

Kedua, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. Sehingga, level PPKM masih menjadi pedoman. Ketiga, karena warga sekitar Padepokan Agung PSHT Pusat Madiun keberatan kegiatan tersebut digelar. ‘’Masyarakat umum sekitar sana (padepokan, Red) ada yang berkirim surat. Itu saya indahkan. Bukan berarti pemkot mendukung salah satu pihak,’’ terangnya.

Karena itu, Maidi meminta seluruh elemen masyarakat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Madiun agar tetap kondusif. ‘’Mohon maaf, ini sudah kita pikir semua dengan forkopimda dan tokoh semua. Kesimpulannya, tidak mengizinkan ada kegiatan yang kurang diminati masyarakat,’’ ucapnya. (irs/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button