Ponorogo

Fenomena Alam, Ribuan Ekor Ikan di Telaga Ngebel Mati

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Rugi puluhan juta rupiah mesti ditanggung pembudi daya ikan di Telaga Ngebel. Itu setelah warna air berubah kuning pekat akibat semburan belerang dari dasar telaga. Akibatnya, ikan-ikan yang selama ini diternak di keramba pun mati. ‘’Ada mungkin satu ton nila yang mati,’’ ungkap Langgeng Sriyono, pemilik keramba di Telaga Ngebel, Rabu (10/2).

Dia mendapati ikan-ikan siap panen di kerambanya terkapar Senin lalu (8/2). Pria 50 tahun itu menyesal lantaran terlambat memanen nila ternakannya yang jika dinominalkan seharga Rp 30 juta itu. Namun, Langgeng merasa tak dapat berbuat banyak karena deretan warung di Telaga Ngebel masih tutup bersamaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. ‘’Sudah diingatkan teman agar segera memanen ikan, tapi pemilik warung langganan saya juga sedang tutup. Bisa apa,’’ sesalnya.

Nasib serupa dialami Pujo Widodo. Ikan seberat 500 kilogram terpaksa harus diangkut dari kerambanya dalam kondisi pingsan. Lelaki 42 tahun itu sengaja membanting harga jual nilanya. Sebagian diberikan cuma-cuma ke peternak lele. ‘’Ikan yang sudah mati dipakai pakan lele. Bahaya kalau dimakan manusia,’’ ungkapnya.

Pujo mengaku pernah buntung yang sama dua tahun lalu. Dia mengaitkan fenomena kandungan belerang naik ke permukaan air telaga itu dengan aktivitas Gunung Merapi. Pun, suhu udara begitu dingin di beberapa malam terakhir. ‘’Gunung Merapi kembali aktif,’’ ujarnya. (mg7/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button