features

Fathkul Roin Rajin Mengoleksi Tanaman Karnivora

Pemuda bernama Fathkul Roin ini tidak bisa lepas dari jenis peliharaan antimainstream. Setelah sebelumnya mengoleksi beberapa hewan liar, Roin ganti kepincut tanaman karnivora. Bagaimana teknik perawatannya?

FRISKA OKTA FIANI, Jawa Pos Radar Madiun

RATUSAN tanaman tertata rapi di teras rumah Fathkul Roin di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Sebagian digantung di frame kayu. Ada pula yang ditaruh di rak dan nampan. Sisanya sengaja diletakkan di dalam rumah agar tidak terkena sinar matahari langsung.

Sementara, si empunya rumah pagi itu terlihat sibuk menyiapkan air yang baru diambil dari sebuah sumber di desa setempat. Bukan untuk diminum, melainkan disiram ke tanaman-tanaman karnivora koleksinya. ‘’Harus telaten merawatnya,’’ ujar Roin, Senin (6/9).

Roin mulai mengoleksi tanaman karnivora –jenis pemangsa serangga- sejak awal 2019 lalu. Sebelumnya dia memelihara hewan-hewan liar. Koleksi pertamanya kantong semar. ‘’Tahu ada kolektor tanaman karnivora dari Instagram orang luar negeri,’’ tuturnya sembari menyebut dirinya sengaja gabung komunitas pencinta tanaman karnivora untuk menambah wawasan.

Bagi Roin, merawat tanaman karnivora bukan perkara gampang. Perlu beberapa metode khusus. Jenis venus flytrap yang merupakan tumbuhan endemik Amerika, misalnya, di waktu-waktu tertentu dimasukkan kulkas hingga beberapa bulan menyesuaikan iklim tempat asalnya. ‘’Istilahnya dormansi, karena di sana kan ada musim salju,’’ ungkapnya.

Sementara, perawatan secara umum yang dilakukan Roin adalah menyiram tanaman secara rutin dua kali sehari setiap pagi dan sore. Setelah itu, dibiarkan di tempat terbuka agar mendapat sinar. Jika cahaya dirasa sudah cukup, tanaman ditaruh di tempat khusus. ‘’Harus kena sinar, tapi juga tidak boleh terlalu kepanasan karena bisa gosong,’’ tutur pemuda 23 tahun itu.

Saat ini Roin telah memiliki ratusan koleksi tanaman karnivora. Jenis kantong semar saja sebanyak 15 spesies. Selain itu, ada sarracenia, blue sea, byblis liniflora, dan oreophila. ‘’Saya juga memelihara anggrek. Ada ratusan,’’ ungkapnya.

Tanaman-tanaman koleksi Roin dibeli dari penangkaran luar kota seperti Jogjakarta, Surabaya, Jawa Barat, Sulawesi, dan Kalimantan. Harganya mulai Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu. ‘’Tergantung jenisnya. Kalau yang eksotis bisa sampai puluhan juta, tapi saya hanya beli yang kecil-kecil,’’ paparnya.

Selama ini Roin mengandalkan hasil penjualan anggrek yang dibudidayakannya untuk modal perawatan serta menambah tanaman karnivora koleksinya. Selain pencinta flora wilayah Madiun Raya, anggrek milik Roin sempat dibeli warga Kamboja dan Vietnam.

Sementara, tanaman karnivora koleksinya yang dijual bisa dihitung jari. Itu pun yang perawatannya mudah. Harga yang dipatok mulai Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. ‘’Pernah ada yang ditawar sampai Rp 2 juta tapi saya tolak, karena itu tanaman pertama yang saya koleksi,’’ tuturnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button