Madiun

Evaluasi Kendaraan Berat Lintasi Jalan Raya Munggut

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun akan mengevaluasi arus lalu lintas di Jalan Raya Munggut. Meskipun telah ada kesepakatan dengan Pemkot Madiun mengenai perubahan lalu-lalang kendaraan berat di ruas masuk Kelurahan Munggut, Wungu, itu. Dari semula dilewati kendaraan dari arah utara (Surabaya) dan selatan (Ponorogo), kini hanya Surabaya. ”Kami tempatkan petugas di situ (Jalan Raya Munggut, Red),’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Meningkatnya arus lalu lintas di Jalan Raya Munggut membuat warga setempat menggerutu. Mereka keberatan dengan pengalihan kendaraan seperti bus dan truk dari wilayah Kota Madiun di jalan kelas III itu. Sebab, dikhawatirkan memicu persoalan baru. Selain kemacetan, juga kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) mendapati beberapa keretakan pada jembatan di ruas tersebut. Kemampuan maksimum infrastruktur itu menahan beban hanya 20 ton. Karenanya, akhir pekan lalu petugas gabungan memasang papan larangan. Kendaraan dengan berat melebihi 20 ton dilarang melintasi jembatan peninggalan zaman kolonial Belanda tersebut.

Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, menerangkan, wabah Covid-19 berdampak pada banyak sektor. Tidak terkecuali akses lalu lintas karena anjuran jaga jarak fisik di berbagai daerah. Padahal, urusan itu berkaitan dengan pendistribusian logistik. ‘’Untuk kendaraan yang sifatnya ekonomi, pasar, mal, dan rumah sakit, jalan tidak ditutup 24 jam,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close