Madiun

Eriskatiana Ragil Safitri, Mahasiswi yang Menekuni Bisnis Handicraft

Sebagai mahasiswi, Eriskatiana Ragil Safitri tidak hanya bergelut dengan buku. Belakangan, dia menggeluti bisnis handicraft. Seperti apa kisahnya?

———–

FATIHAH IBNU FIQRI, Madiun

SATU set alat make-up tertata rapi di sebuah kotak kecil. Wadah yang terbuat kertas karton itu dihiasi plastik kaca dan pita warna merah muda. Tidak jauh dari situ, Eriskatiana Ragil Safitri sibuk melipat-lapit beberapa lembar uang kertas membentuk sebuah bunga. ‘’Buat handicraft, diajak joinan ibu kawan saya,’’ kata Eris –sapaan akrab Eriskatiana Ragil Safitri.

Dua tahunan ini Eris menekuni bisnis kerajinan dekoratif seperti mahar atau seserahan pernikahan. Pemesannya dari daerah di eks Karesidenan Madiun. Mahar dibanderol Rp 250 ribu–Rp 450 ribu dan seserahan Rp 40 ribu–Rp 50 ribu per rangkaian. Harga tersebut bisa berubah bergantung hiasan yang dipesan pelanggan. ‘’Lumayan ada uang tambahan buat kuliah,’’ kata warga Desa Sukolilo, Jiwan, Kabupaten Madiun ini.

Bagi Eris, kreativitas diperlukan dalam membuat handicraft. Sebab, kerapian dan keindahan yang sanggup membuat sesorang tertarik untuk memesan. Karenanya, gadis 23 tahun itu selalu meng-update kemampuannya lewat menonton tayangan tutorial di media sosial (medsos). ‘’Pokoknya harus detail,’’ ujar mahasiswi Universitas Negeri Malang ini seraya mengatakan Instagram sebagai media promosi.

Eris tidak kesulitan mencari bahan handicraft. Namun, barang sejenis pita dan hiasan lainnya lebih banyak diborong dari Kota Malang. ‘’Sebab jenis pilihannya banyak dan lebih murah ketimbang di Madiun,’’ katanya. ***(cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button