Ponorogo

Eny Setiyaningsih, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Bisnis Butik

Kreativitas dapat muncul dari mana saja. Termasuk dari pengalaman pribadi. Inilah yang membuat Eny Setiyaningsih serius menggeluti bisnis butik. Sebuah mesin jahit seharga Rp 500 ribu jadi modal pertama.

======================

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Radar Ponorogo

AKTIVITAS menjahit terlihat begitu wartawan koran ini menyambangi rumah Eny Setiyaningsih di Dusun Banaran, Desa Seragi, Kecamatan Sukorejo, Rabu (13/11). Aktivitas tersebut dikerjakan oleh sejumlah perempuan. Sementara, Eny melayani pelanggan yang datang ke butiknya.

Eny memang menjadikan tempat tinggalnya sebagai ladang usaha. Bahkan, di lantai dua rumahnya tersebut terdapat banyak manekin dengan beragam gaun yang didesain oleh Eny. Beberapa gaun itu di antaranya menggunakan kain jenis tile corneli, brokat, dan candy sugar dengan model rok yang mengembang maupun model duyung. Bercirikan bagian atas singset dan lebar ke bawah. Model busana itu biasa dipakai ketika pesta dan hajatan. ‘’Kalau yang biru ini pesanan penyanyi,’’ kata Eny.

Sebagian besar penggemar busana rajutan perempuan 37 tahun itu memang para penyanyi dan sinden. ‘’Biar nggak bosan, gaunnya gonta-ganti, kalau sekarang yang lagi ngetren gaun model duyung,’’ terangnya.

Bisnis busana miliknya sekarang sudah merambah beberapa daerah. Bahkan, luar negeri. Seperti Hongkong, Malaysia, dan USA. ‘’Ini tadi juga kirim ke Singapura,’’ ujar istri Ali Jemono itu.

Eny merintis usahanya sejak 1998 lalu. Bermula ketika dirinya yang baru tamat SMP memilih kursus jahit bersama temannya. Tapi, kegiatannya itu tidak berjalan lama. Karena sebagian temannya memutuskan bekerja di Bogor. ‘’Karena teman saya mau kerja ke Bogor, saya ikut-ikutan keluar dari kursus,’’ ungkapnya.

Sebuah mesin jahit seharga Rp 500 ribu jadi modal pertama dirinya merintis usaha.  Hingga kini mesin jahit itu disimpannya sebagai kenangan. Soal harga, gaun rancangannya dipatok Rp 350 ribu sampai jutaan rupiah. Tergantung jenis kain yang dipakai dan detail busana.

Dalam menjalankan usaha itu, Eny mempekerjakan para ibu rumah tangga di lingkungan rumahnya. Totalnya 13 orang. Bahkan, beberapa orang yang pernah bekerja dengannya kini sudah punya usaha menjahit sendiri. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close