Pacitan

Eni Wulansari, Guru yang Juga Penulis Buku

Meski belajar otodidak, 66 buku novel dan antologi menetas dari buah pemikiran Eni Wulansari. Di awal karirnya, pemilik nama pena Shabrina Ws ini rajin ke warung internet untuk menulis.

————–

SUGENG DWI, Pacitan

TULISAN tangan di selembar kertas itu dibaca berulang oleh Eni Wulansari. Susunan dan ejaannya dipelototi. Mimik wajahnya terlihat kurang puas. Kertas tersebut lantas diletakkan di atas meja. Sebelum mengalihkan kesibukannya ke buku bacaan. ‘’Kalau tidak ada ide menulis, saya membaca buku dan merenungkannya,’’ kata Eni.

Eni adalah penulis yang telah menelurkan 16 novel dan lebih dari 50 karya antologi. Karyanya tersebut terpajang di berbagai toko buku di tanah air. Catatan apik itu berawal dari keisengannya menulis di surat pembaca majalah Annida. Dia tertantang membuat karya puisi dan artikel dikirim ke buletin Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan. ‘’Karya dimuat, dapat honor, senangnya berhari-hari,’’ ujar warga Kelurahan Sidoharjo, Pacitan ini.

Perempuan 37 tahun ini belajar menulis ketika madrasah aliyah (MA) 18 tahun silam. Masuk kuliah, keterampilan itu semakin diasah lewat mengikuti seminar penulis ternama. Tidak ingin ilmunya mengendap, sarjana pendidikan guru madrasah ibtidaiyah (MI) ini doyan ke warung internet (warnet) untuk menulis cerita pendek (cerpen). ‘’Saya kirim ke banyak majalah,’’ kata pemilik nama pena Shabrina Ws tersebut.

Perjuangan Eni menelurkan novel pun tidak mudah. Ibu dua anak itu berulang kali diminta revisi oleh penerbit. Bahkan, salah satu karyanya diselesaikan setelah tiga tahun. Tersebab cerita klise, bertele-tele, hingga kesulitan mencari sudut pandang. ‘’Sabar dan telaten dalam proses. Menulis bagus itu nggak instan,’’ ungkap penggemar Stephen King, penulis genre horor asal Amerika Serikat.

Bagi Shabrina, menulis bisa dilakukan di mana saja. Sebab ide muncul di waktu yang tak biasa. Bahkan nama penanya tercetus kala menimba air sumur. ‘’Jadi kalau ada yang tanya inspirasi nama pena dan saya jawab sumur. Itu saya tidak bercanda,’’ kelakarnya. ***(cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button