Madiun

Enam SMA Negeri Gelar PTM Terbatas

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ruang kelas SMA negeri di Kota Madiun kembali semarak seiring dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam penanganan pandemi Covid-19 di kota ini yang telah turun ke level 3.

Dari enam SMAN, semua menggelar PTM. Salah satunya SMAN 2 Madiun yang telah berjalan dua hari belakangan. Kegiatan belajar-mengajar di kelas itu seolah menjadi penawar rindu siswa dan guru. Renanda Maharani Karisma Wardana, siswa kelas XI SMAN 2, girang bukan kepalang.

Dia antusias menyambut pembelajaran di kelas setelah hampir dua tahun menjalani pembelajaran dalam jaringan (daring). Apalagi, selama itu dia kurang optimal menyerap materi pelajaran. ‘’Selama daring relasi kurang luas, ilmu tidak bisa nyampai juga. Peran guru tidak tergantikan,’’ kata Renanda, Jumat (10/9).

Darmawan, teman sekelasnya, juga merasakan hal yang sama. Dia sangat terbantu dengan materi yang disampaikan guru melalui tatap muka langsung. Menurut dia, protokol kesehatan (prokes) menjadi kunci terbebas dari virus korona. ‘’Prokes ketat, pakai masker, hand sanitizer terus digunakan,’’ ujarnya.

Kerinduan pada sekolah sangat terlihat di SMAN ini. Banyak siswa yang berlama-lama di sekolah meskipun sudah waktunya pulang. Namun, mereka diminta pulang lantaran menimbulkan kerumunan. Itu sesuai prosedur mitigasi risiko pencegahan Covid-19. ‘’Pada hari pertama (8/9), banyak yang enggan pulang. Tapi, kami oprak-oprak untuk segera pulang,’’ ungkap Kepala SMAN 2 Pramujo Budiarto. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button