Ponorogo

Enam Sekolah Ditunjuk Uji Coba Tatap Muka

Maksimal Seperempat Jumlah Siswa

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai pekan depan. Enam sekolah di Ponorogo ditunjuk dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19. Tujuannya, agar tidak melahirkan klaster penularan baru. ‘’Izin dari wali siswa hukumnya wajib,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Ponorogo Nurhadi Hanuri Kamis (13/8).

Pelaksanaan uji coba tersebut merujuk Surat Edaran (SE) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tentang Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Jenjang SMK-SMA dan PK-PLK di Jatim, 9 Agustus lalu. Uji coba bergantung status zona daerah. Di Ponorogo yang masih oranye, setiap kelas hanya boleh diisi 25 persen siswa. ‘’Protokol kesehatan wajib diterapkan,’’ ujarnya.

Enam sekolah yang ditunjuk itu adalah SMAN 1 Ponorogo, SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, SMKN 1 Jenangan, SMK PGRI 2 Ponorogo, SLBN Jenangan, dan SLB A Aisyiyah. Rencana tersebut sudah disampaikan kepada Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. ‘’Kami juga sudah koordinasi dengan Satgas Covid-19 Ponorogo,’’ ungkapnya.

Untuk mengurai kerumunan, kegiatan belajar-mengajar (KBM) bakal dipersingkat. Antara tiga sampai empat mata pelajaran per hari. Harapannya, tengah hari siswa sudah bisa pulang. Uji coba akan dievaluasi selama dua pekan.

Menurut dia, selama ini pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) cukup berat. Terutama bagi orang tua yang terkendala fasilitas dan finansial. ‘’Selain itu, pembentukan karakter juga tidak bisa diajarkan secara daring,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Dilema Orang Tua Siswa

AGUNG Priyanto, salah seorang wali siswa SMAN 1 Ponorogo, dilematis. Sulit memilih yang terbaik. Antara merelakan anaknya kembali ke sekolah atau tetap belajar di rumah alias PJJ. ‘’Kalau lama di rumah kasihan, tidak bisa interaksi dengan teman dan guru. Tapi kami juga khawatir penerapan protokol kesehatan di sekolah,’’ ujarnya Kamis (13/8).

Dia hanya bisa berharap protokol pencegahan Covid-19 benar-benar diterapkan dengan baik saat uji coba PTM mulai pekan depan. Sebab, itu jadi kunci di tengah pandemi. Apalagi di beberapa daerah muncul klaster penularan dari sekolah. ‘’Jangan sampai uji coba ini malah menimbulkan klaster baru. Siswa harus dijaga betul, supaya disiplin mematuhi protokol kesehatan,’’ harap anggota DPRD Ponorogo itu.

Di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo), para guru mulai bersiap menyambut uji coba PTM. Sekolah ini salah satu yang ditunjuk melaksanakan uji coba. Kepala SMA Muhipo Muhammad Kholil mengatakan, para wali murid melalui komite sudah setuju uji coba. ‘’Kami masih menyusun panduan bagi siswa dan guru,’’ ujarnya.

Akan ada fasilitas cuci tangan di setiap ruang kelas. Siswa juga dicek suhu tubuhnya sebelum masuk kelas. Untuk mengikuti uji coba, siswa wajib membawa surat keterangan sehat dan pernyataan dari orang tua. KBM dibagi dua sif per kelas. ‘’Satu sif belajar jarak jauh, yang lain masuk kelas. Begitu bergantian. Tatap muka tidak ada istirahat. Maksimal hanya tiga jam, untuk menghindari kerumunan,’’ paparnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close