Pacitan

Enam Positif, Satu Terkonfirmasi di Antaranya Berusia 11 Tahun

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Penyebaran virus korona di Pacitan makin sulit dikendalikan. Senin (20/7) TGTP Covid-19 melaporkan tambahan enam kasus baru terkonfirmasi. ‘’Kami sayangkan ada lagi klaster impor dari luar daerah,’’ kata Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto.

Imported case yang dimaksud Rahmad adalah warga Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo. Pria 24 tahun tersebut diketahui mempunyai riwayat perjalanan dari Surabaya. Pasien bekerja di daerah zona merah itu dan pulang ke Pacitan dalam kondisi sakit. ‘’Setelah dilakukan swab test ternyata hasilnya positif,’’ ujar kepala diskominfo tersebut.

Kasus lainnya berasal dari klaster pembangkit listrik di Sudimoro. Pada klaster ini terdapat tiga tambahan kasus. Pertama, anak perempuan berusia 11 tahun asal Desa Sukorejo. Dia diduga terpapar virus korona dari bibinya yang sudah lebih dulu dinyatakan positif Covid-19. Kedua, remaja 20 tahun asal Desa Sepang, Kecamatan Tulakan. Berdasar hasil penelusuran, pasien diduga terinfeksi virus SARS-CoV-2 setelah melakukan kontak dengan sekuriti perusahaan pembangkit listrik yang sudah terkonfirmasi.

Penderita lainnya dari klaster tersebut adalah seorang driver. Warga Desa Sudimoro itu mempunyai riwayat perjalanan dari Bandung. ‘’Pasien merupakan driver dari perusahaan pembangkit listrik di Sudimoro,’’ ungkap Rahmad.

Sementara, dua kasus lainnya merupakan satu keluarga dari pasien suspect asal Desa Wonosidi, Kecamatan Tulakan, yang sudah meninggal dunia beberapa hari lalu. Yakni, pria 59 tahun dan putrinya yang berusia 27 tahun. ‘’Kalau untuk pasien suspect (perempuan) yang sudah meninggal lalu itu belum sempat kami lakukan tes usap,’’ katanya.

Di sisi lain, Rahmad menyebut ada tujuh pasien terkonfirmasi yang sudah dinyatakan sembuh kemarin. Antara lain, tiga pasien dari klaster pembangkit listrik, dua tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Darsono, dan seorang lainnya dari klaster Temboro. ‘’Tentu ini menjadi kabar baik. Karena angka kesembuhan kita naik menjadi 51 persen,’’ ujar mantan kadinkes itu. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close