Mejayan

Enam Pasien Korona Meninggal

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kematian pasien positif Covid-19 Kabupaten Madiun genap enam kasus. Penambahan dua pasien meninggal terjadi pekan lalu. Empat kasus lainnya terjadi Agustus lalu. ‘’Dua kasus kematian baru SK, 68, asal Kecamatan Saradan, dan SA, 69, asal Kecamatan Madiun,’’ kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Madiun Mashudi.

Mashudi menyampaikan, kedua pasien meninggal dengan status probable. Sebab, hasil uji swab-nya belum keluar. SK meninggal Selasa (8/9) dan uji usap keluar empat hari berselang atau Sabtu (12/9). Sementara, SA meninggal Rabu (9/9) dengan swab keluar Jumat (11/9). ‘’Pemakaman sesuai prosedur Covid-19,’’ ujarnya.

Dia menerangkan, SA mengeluh demam dan berobat ke RSUD Kota Madiun awal bulan ini. Karena menunjukkan gejala klinis Covid-19 dirujuk ke RSUD Dolopo. Setelah swab-nya diambil, pasien itu enggan dirawat di rumah sakit. ‘’Minta pulang dan mengancam bakal kabur kalau tetap diopname,’’ ungkapnya.

Pihak rumah sakit, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, dan keluarga SA berembuk. Disepakati karantina mandiri dengan tetap pengawasan medis. ‘’SA punya riwayat perjalanan ke Padang,‘’ sebut Mashudi.

Sementara, SK meninggal di RSUD Caruban. Sopir taksi itu punya riwayat bepergian ke Jakarta pertengahan Juli. Tinggal selama beberapa pekan di rumah kerabatnya. Pada 28 Agustus mengeluh sesak napas dan berobat ke dokter umum.

Karena tidak juga sembuh, sang istri membawa berobat ke RSUD Caruban. Hasil uji cepat menunjukkan reaktif. ‘’Ditengarai SK terlambat dibawa ke rumah sakit. Saat masuk pertama lalu, meriang dan sesak napasnya terbilang parah,’’ jelasnya.

Mashudi menyebut, total kumulatif positif Covid-19 ada 94 kasus per Sabtu. Sebanyak 76 pasien sembuh dan 12 pasien dalam perawatan. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close