Pacitan

Enam Desa Ajukan Dropping Air Bersih

Tangani Kekeringan, BPBD Alokasikan Rp 250 Juta

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Krisis air bersih melanda puluhan desa di wilayah Pacitan. Warga yang tersebar di empat kecamatan kini harus mencari sumber-sumber air dan mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air harian.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Aswin Rikha Wijaya mengakui, saat ini beberapa desa sudah mulai mengalami krisis air bersih. Kondisi itu melanda enam desa di tiga kecamatan. Meliputi tiga desa di Kecamatan Pacitan, dua di Donorojo, serta satu di Tegalombo. ‘’Hampir 80 persen wilayah Pacitan merupakan karst. Sehingga, hampir setiap tahun pasti terjadi kekeringan,’’ kata Aswin Senin (21/9).

Untuk mengatasi masalah tersebut, bupati telah menginstruksikan BPBD melakukan dropping air bersih di wilayah terdampak. Sementara, berdasarkan hasil pemetaan, tahun ini kekeringan berpotensi melanda sejumlah wilayah. Selain Donorojo, Pacitan, dan Tegalombo, ada Tulakan, Punung, Pringkuku, dan Kebonagung. ‘’Dropping air bersih dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi yang ada,’’ ujar mantan ajudan bupati Pacitan itu.

Terkait anggaran penanganan kekeringan, Aswin menyebut alokasinya terbatas. Sekitar Rp 250 juta yang bersumber dari APBD 2020 dan perubahan anggaran keuangan (PAK). ‘’Kalau diakumulasikan, kurang lebih untuk 800–900 tangki air,’’ sebutnya.

Kendati demikian, lanjut Aswin, anggaran tersebut dirasa mencukupi. Sebab, pada tahun ini musim kemarau berlangsung basah. Artinya, masih terdapat beberapa wilayah yang diguyur hujan. ‘’Hari ini (kemarin, Red) juga masih ada hujan. Meskipun intensitasnya ringan,’’ katanya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close