Madiun

Enam Bulan, Puluhan Remaja Kabupaten Madiun Hamil Duluan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Tak hanya angka korona yang saat ini tinggi. Kasus pernikahan dini di Kabupaten Madiun juga melejit. Setengah tahun terakhir tercatat puluhan pasangan nekat menikah kendati belum cukup umur. Hamil duluan disebut-sebut sebagai biangnya.

Di sisi lain, maraknya pernikahan dini dikhawatirkan memicu lonjakan angka kematian ibu dan bayi serta dampak buruk lainnya. ‘’Data kami sampai Juni ini sudah ada 80-an pasangan mengajukan dispensasi kawin,’’ kata Humas Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Madiun Sugeng, Jumat (9/7).

Sugeng mengungkapkan, dalam satu bulan rata-rata terdapat belasan perkara dispensasi kawin. Pun, dari tahun ke tahun menunjukkan tren meningkat. Jika pada 2018 terdapat 33 perkara, setahun berselang naik menjadi 92, dan tahun lalu mencapai 172.

Sementara, sepanjang 2020 ini bisa jadi bakal melampaui angka tahun lalu. Setidaknya, baru berjalan enam bulan sudah tembus 80 perkara. ‘’Peningkatan juga karena ada perubahan regulasi tentang batasan umur. Tapi, kalau penyebabnya mayoritas masih sama dari dulu, hamil di luar nikah,’’ ujarnya.

Lantas apa latar belakang terjadinya hamil di luar nikah? Sugeng menyebut, mayoritas karena pergaulan bebas dan gaya pacaran remaja yang kebablasan. ‘’Dengan berbagai pertimbangan, permohonan dispensasi kawin tetap dikabulkan. Mau bagaimana lagi kalau sudah seperti itu, walaupun ada sebagian kecil yang ditolak karena ada unsur paksaan,’’ ungkap Sugeng. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button