Madiun

Empat Tapal Batas Disekat, Putar-Putar Masuk Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Beragam pengetatan diterapkan dalam PPKM darurat di Kabupaten Madiun. Berbagai pihak wajib menyukseskan upaya meredam ledakan kasus korona. Tak terkecuali jajaran kepolisian. ‘’Selama PPKM darurat, ada perubahan (disiplin prokes) tapi belum signifikan,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan, Kamis (8/7).

Jury menuturkan, operasi yustisi sebagai salah satu kegiatan kepolisian selama PPKM darurat. Operasi tidak hanya dilakukan kemarin bersama sejumlah instansi. Namun, akan berlanjut sampai habis masa berlaku PPKM darurat 20 Juli mendatang. ‘’Tujuannya, mengingatkan dan menyadarkan masyarakat soal pentingnya protokol kesehatan,’’ tegas Kapolres.

Mobilitas warga menjadi salah satu poin krusial dalam menekan persebaran Covid-19. Dalam PPKM darurat ini, Polres Madiun juga melakukan penyekatan di empat tapal batas. Yakni, perbatasan Ponorogo, perbatasan Nganjuk, serta gerbang tol Dumpil dan Caruban. ‘’Kendaraan luar daerah yang akan masuk ke Kabupaten Madiun diperiksa ketat. Kalau tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19 atau vaksinasi, akan diputar balik,’’ ungkap Jury.

Dia menyebut, sejauh ini rata-rata lima sampai 10 kendaraan yang diputarbalikkan saban hari selama penyekatan. PPKM darurat juga menambah pekerjaan kepolisian. Apalagi, belakangan Pemkab Madiun memadamkan lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik. Seperti kawasan alun-alun dan wilayah kecamatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. ‘’Konsekuensinya, rekan-rekan di polsek dan koramil berpatroli di titik-titik itu,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button