Ponorogo

Empat Tahun PB Tangsi Naungi Bulu Tangkis Polisi

Peras Keringat Siasat Minim Rehat

Tuntutan pekerjaan polisi cukup menguras tenaga, pikiran, dan waktu. Sebagian anggota memilih bulu tangkis sebagai pelarian. Dibentuklah Persatuan Bulu Tangkis (PB) Tangsi sejak 2015. Selain menjadi ajang refreshing dan menjaga kebugaran, sebagian anggotanya berhasil mengukir prestasi dalam olahraga ini.

==========================

MIZAN AHSANI, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

SELASA siang, cuaca cukup terik di Ponorogo. Itu waktu terbaik bagi puluhan anggota polisi yang tergabung dalam PB Tangsi untuk mencari keringat. Tak peduli seterik apa pun. Sebab, waktu rehat tak mudah dicari bagi seorang polisi. ‘’Kecuali bagi yang sedang ada tugas, ya tetap bertugas. Yang senggang latihan,’’ kata Bripka Langgeng, anggota Sat Intelkam Polres Ponorogo, Rabu (25/12).

Langgeng satu di antara 30 anggota Polres Ponorogo yang tergabung dalam PB Tangsi. Dinamakan PB Tangsi lantaran kata ’’tangsi’’ dapat diartikan sebagai barak bagi polisi atau tentara. Sesuai namanya, PB Tangsi diharap menjadi wadah bagi anggota yang punya minat bakat dalam bulu tangkis. Sebagian perwira di polres dan polsek ikut tergabung. Satu di antaranya, AKP Maryoko, kasat reskrim Polres Ponorogo. ‘’Anggotanya dari polres dan polsek jajaran,’’ ujarnya.

Saat ini, klub menyepakati waktu latihan dua kali dalam sepekan, Selasa dan Jumat. Waktu latihan mulai pukul 14.00 hingga 17.30. Latihan saat ini rutin digelar di Gedung Liza Sport, di kawasan simpang empat Pasar Pon. ‘’Biasanya kalau anggota tertarik gabung, langsung datang dan ikut main begitu saja,’’ terangnya.

Selain menjaga kebugaran, dari tangkis menangkis kok bersama rekan sejawat Langgeng cs bisa me-refresh otak. Maklum, tuntutan tugas sebagai anggota polisi memaksa Langgeng dan kawan-kawan bekerja tanpa mengenal waktu. Diakui Langgeng, olahraga dibutuhkan untuk tetap produktif dalam bekerja. ‘’Supaya selalu siap kapan pun dan di mana pun. Ditambah bulu tangkis ini jenis olahraga yang menyenangkan,’’ ungkap Langgeng.

Siapa sangka, sejumlah polisi mampu mengukir prestasi dari PB Tangsi. Brigadir Eryk Alldyanto misalnya. Beberapa kali mendapat tawaran oleh klub-klub bulu tangkis di luar polres untuk mengikuti kejuaraan. Pada Jayadipa Cup 2019 Ponorogo beberapa waktu lalu, Eryk dan Bripda Dharma Nugraha meraih juara satu mewakili salah satu klub. ‘’Alhamdulillah rekan-rekan ada yang sampai bisa berprestasi dari bulu tangkis,’’ ucapnya.

Memang tak semua kejuaraan yang diikuti mampu menghasilkan gelar juara. Pun kejuaraan yang diikuti masih taraf lokal. Setidaknya, olahraga yang ditekuni di luar rutinitas itu memberi ruang bagi Langgeng cs untuk mengasah potensi diri. ‘’Tentu menyenangkan kalau bisa juara dalam bidang yang memang kita senangi,’’ ujarnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button