Madiun

Empat SD di Kota Madiun Minim Pendaftar dari Luar Daerah, Satu Sekolah Malah Belum Dapat Murid

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pendaftar jalur offline penerimaan peserta didik baru (PPDB) SDN dan SMPN 2021 di luar ekspektasi. Prediksi siswa daerah tetangga berduyun-duyun urbanisasi sekolah ke Kota Madiun meleset. Hingga hari terakhir pendaftaran Kamis (10/6), tingkat keterisian rata-rata hanya sekitar 60 persen dari kuota.

PPDB offline perdana tahun ini memang untuk memberi kesempatan siswa luar daerah mengenyam pendidikan di Kota Madiun. Sembilan SDN dan tiga SMPN dibuka untuk mereka. Hasilnya, hanya SMPN 9 Kota Madiun, SDN Sukosari, SDN 01 Kanigoro, SDN Rejomulyo, dan SDN 02 Kartoharjo yang meraup siswa 100 persen dari kuota. Lainnya sedang-sedang saja.

Kendati demikian, Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Slamet Hariyadi berpendapat sebaliknya. Menurut dia, dengan kuota 30 persen dari pagu masing-masing sekolah, tingkat keterisian dinilai cukup tinggi. Dia mengklaim itu menjadi indikator kepercayaan masyarakat daerah tetangga pada layanan pendidikan di kota ini. ‘’Ini menjadi modal bentuk kepercayaan masyarakat luar kota sekolah di kota ini,’’ kata Hariyadi.

Namun, dia juga tidak tutup mata masih ada sekolah yang belum memenuhi pagu jalur offline. SMPN 12 mendapat 59 siswa dari pagu 72. Sedangkan SMPN 14 terisi 39 siswa dari pagu 45. Perolehan itu disebut lebih baik ketimbang empat SDN yang minim pendaftar. Yakni, SDN Kejuron terisi 2 siswa, SDN 01 Pangongangan (1), SDN 02 Taman (4), SDN 03 Kartoharjo (6), dan SDN 02 Winongo malah nihil pendaftar. Sementara sembilan SDN tersebut sama, yakni tujuh siswa. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button