Magetan

Empat Pasutri Bertarung Pilkades di Kartoharjo

Kurangi Risiko Kerawanan Pilkades

MAGETAN, Radar Magetan – Pesta demokrasi tingkat desa segera bergulir. Beberapa di antaranya pemilihan kepala desa (pilkades) yang diwarnai dengan pertarungan sesama anggota keluarga. Seperti di Kecamatan Kartoharjo. Dari sebelas desa penyelenggara pilkades serentak, sebanyak empat desa di antaranya terjadi persaingan pasangan suami istri (pasutri). Serta, satu desa lain menyajikan duel bapak-anak.

Camat Kartoharjo Muryani mengatakan, persaingan antarsuami istri terjadi di Desa Mrahu, Karangmojo, Pencol, dan Jeruk. Sedangkan, di Desa Kartoharjo melibatkan persaingan bapak-anak. ‘’Khusus Desa Jeruk, Pencol, Mrahu, dan Karangmojo, masing-masing cakades ada yang merupakan incumbent. Karena tidak ada lawan, mereka pun banyak yang meminta sang istri untuk mendaftar untuk menjadi lawan,’’ jelasnya.

Kondisi itu, menurut Muryani, setidaknya bisa meminimalkan konflik yang terjadi di masyarakat. Sehingga, pelaksanaan pilkades di beberapa desa tersebut bisa berjalan kondusif. ‘’Justru ini nanti akan membuat situasi menjadi kondusif, tidak ada gejolak di masyarakat,’’ katanya.

Kendati demikian, bukan berarti pelaksanaan pilkades di Kecamatan Kartoharjo berjalan tanpa protes. Di Desa Bayemwetan dan Karangmojo, misalnya. Saat tahapan penetapan calon kepala desa (cakades) lalu, ada bacakades mengeluh karena dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh panitia pilkades.

Meski begitu, pihaknya memastikan tahapan pilkades di dua desa tersebut tetap berjalan seperti semula. ‘’Total ada 11 desa di Kartoharjo yang bakal menggelar pilkades. Tidak ada yang rawan,’’ sebut Muryani. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button